Ban Off-Road Di Dalam Kota? Pertimbangkan Ulang

Ban Off-Road Di Dalam Kota? Pertimbangkan Ulang

Mon, 22 - June - 2020read

Sesuai namanya, ban off-road sejatinya dipergunakan untuk jalan ekstrem selain aspal atau beton. Namun, tampilannya yang gagah, kerap membuat orang memakai ban off-road di dalam kota untuk kendaraan harian. Padahal, hal tersebut kurang tepat.

Tampilan ban off-road memang memberi kesan garang. Tapaknya besar dengan kembangan yang lebar. Berkat itu, ban terlihat lebih besar sehingga terkesan gagah.

Desain seperti itu memang disengaja. Peruntukan ban off-road yang benar ialah untuk jalan nonaspal seperti jalanan berlumpur, tanah, atau berkerikil. Berkat tapak yang besar, ban bisa mencengkeram permukaan jalan tersebut dengan baik demi meraih traksi yang kuat.

Biasanya ban off-road juga berukuran besar. Ketika dipasang di mobil, otomatis langsung meningkatkan kegagahannya. Inilah yang akhirnya sering membuat orang memasangnya di mobil, meski lebih sering dipakai dalam kota.

Akan tetapi, pilihan tersebut sebenarnya kurang tepat. Ban off-road di dalam kota ibarat memakai peralatan tidak pada tempatnya. Secara umum, kondisi jalan di kota sudah mulus. Jalanan seharusnya telah diperkeras dengan aspal ataupun beton.

Karena itu, ban off-road sebenarnya tidak cocok. Tapak ban yang besar tidak bisa mencengkeram permukaan jalan dengan baik. Ban jadi rawan selip karena tidak mampu menghadirkan traksi secara optimal.

Kondisi tersebut semakin memburuk jika jalan licin karena hujan atau ada cairan yang tumpah. Aquaplaning yang berbahaya rawan terjadi. Mobil pun berpotensi mengalami kecelakaan akibat selip. 

Oleh karenanya, disarankan untuk mempertimbangkan ulang jika ingin memakai ban off-road di dalam kota. Terlebih kalau dipasangkan di mobil yang digunakan sehari-hari. Peruntukannya kurang tepat sehingga malah membahayakan keselamatan berkendara.

Bukan itu saja, karena tidak didesain untuk jalan beraspal atau beton, ban off-road akan mengurangi kenyamanan berkendara. Ban yang keras akan memicu goncangan yang besar. Selain itu, suara berisik yang lebih keras bakal terdengar. Kabin yang nyaman dengan suasana hening akan sulit dihadirkan.

Untuk itu, pikir-pikir dulu kalau hendak memakai ban off-road di dalam kota. Kalaupun hendak menggunakannya, jangan dipasang di mobil yang digunakan sehari-hari. Untuk mobil seperti itu, pilih saja ban reguler yang cocok untuk jalan aspal dan beton.

PILIH BAN ALL TERRAIN

Kendati demikian, jika ingin sekali memakai ban off-road di dalam kota, cobalah untuk lebih jeli memilih. Saat ini ada dua varian utama ban off-road yang dikenal sebagai Mud Terrain (M/T) dan All Terrain (A/T). Ban M/T didesain untuk melewati jalanan ekstrem yang berlumpur. Dengan memakai ban M/T, mobil lebih mudah untuk “melahap” jalan tersebut.

Namun, ban ini tidak pas dipakai di dalam kota. Permukaan ban cenderung keras dan tapaknya tidak mampu mencengkeram aspal dengan baik. Selain berbahaya, jika nekat memakainya, konsumsi bahan bakar bisa meningkat.

Jika kukuh ingin menggunakan ban off-road di dalam kota, pilihlah jenis ban A/T. Ban ini bisa digunakan untuk berbagai jenis permukaan jalan mulai dari aspal, beton, serta jalanan ekstrem. Dari segi tampilan, ban A/T tetap memberi kesan gagah dari ban off-road. Namun, berbeda dengan ban M/T, kontur tapak ban ini tidak terlalu kasar. Itulah yang memungkinkannya tetap dapat dipakai di jalan aspal.

Maka, kalau ingin memakai ban off-road di dalam kota, ban A/T menjadi pilihan terbaik. Meski kenyamanan dan keamanannya tetap kalah dengan ban Highway Terrain (H/T) yang paling cocok untuk aspal, tampilan gagah khas ban off-road dapat diperoleh.