Awas Ada Air di  Tangki Bahan Bakar

Awas Ada Air di Tangki Bahan Bakar

Mon, 22 - June - 2020read

Seperti komponen mobil yang lain, tangki bahan bakar tetap perlu mendapat perhatian khusus. Untuk melakukan perawatan sebenarnya tidak terlalu rumit. Cukup dengan lebih sering memenuhinya agar tidak ada air di tangki bahan bakar.

Tangki bahan bakar yang kerap kali kosong berpotensi memicu berbagai kerusakan. Karat bisa muncul sehingga tangki bahan bakar yang terbuat dari besi akan bocor. Selain itu, fuel pump juga dapat rusak karena keberadaan kandungan air. Kalau sudah begitu, mobil rawan mogok.

Korosi yang merusak tangki bahan bakar berasal dari air yang ada di dalamnya. Air muncul sebagai akibat proses kondensasi yang terjadi karena tangki bahan bakar kosong. 

Jika sudah berkarat, tangki bahan bakar rawan bocor. Kalau mengalaminya, mau tak mau, harus dilakukan penambalan atau pergantian jika sudah tidak bisa diperbaiki. Merepotkan bukan?

Bukan hanya itu, air yang lama-kelamaan semakin banyak di ruang tangki kosong juga bisa mengganggu sistem pembakaran bahan bakar. Kalau bahan bakar tercampur air, efisiensi pembakaran berkurang. Hal itu dapat berakibat buruk ke performa kendaraan. Akselerasi akan menurun dan konsumsi bahan bakar cenderung meningkat. 

Jika air sudah terlalu banyak, mesin mobil juga bisa mati. Air di tangki bahan bakar merembes sehingga menggagalkan pembakaran yang terjadi di dalam mesin. Bahkan, keberadaan air akhirnya dapat memicu korosi. 

Kalau tangki bahan bakar berkarat, bakal muncul kotoran yang mengendap. Bahaya sekali kalau itu terjadi. Kotoran-kotoran tersebut bisa mengotori mesin sehingga memicu kerusakan.

Untuk menghindarinya, sering-seringlah mengisi bahan bakar secara penuh. Hal itu akan meminimalkan kemungkinan ada air di dalam tangki bahan bakar. Pada akhirnya kondensasi tidak akan terjadi dan tangki bahan bakar bebas dari korosi.

Selain itu, cobalah untuk sesekali melihat kondisi tangki bahan bakar. Lihatlah apakah ada karat atau tidak. Kalau ditemukan, maka berarti pernah ada air yang berada di sana. Ini patut diwaspadai.

Lalu, perhatikan pula knalpot mobil. Jika terlalu banyak asap yang keluar bisa jadi ada air di tangki bahan bakar. Seharusnya air akan langsung menguap ketika terjadi pembakaran. Asap knalpot nyaris tidak ada dan kalaupun muncul, jumlahnya cuma sedikit.

Performa kendaraan yang menurun bisa pula menjadi indikasi keberadaan air di dalam tangki bahan bakar. Itu dikarenakan proses pembakaran yang tidak efisien, sehingga berpengaruh terhadap kinerja mesin.

CARA PERBAIKAN

Jika hal tersebut terjadi, mau tak mau harus dilakukan perawatan. Tangki bahan bakar dan fuel pump akan dibersihkan. Caranya dengan menguras bahan bakar di dalamnya hingga bersih. Nanti tangki bahan bakar dibongkar dulu agar pembersihan maksimal. Karat maupun kotoran yang menumpuk di bagian bawah tangki dapat dibuang. 

Perawatan yang sama akan dilakukan di fuel pump. Biasanya di dalam fuel pump terdapat penampungan dan filter bahan bakar. Bisa saja di filter bahan bakar ini terdapat air tersisa yang harus dibersihkan.  

Namun, jika kondisi tangki bahan bakar tidak berkarat dan air hanya sedikit, menambahkan fuel conditioner bisa menjadi pilihan perawatan. Fuel conditioner mampu menghilangkan air dalam tangki bahan bakar. 

Tuangkan ke dalam tangki bahan bakar. Tunggu beberapa saat. Air akhirnya akan bisa menghilang. Proses pembakaran mesin pun akan optimal lagi tanpa terganggu oleh campuran air di tangki bahan bakar. Kinerja mobil jadi membaik lagi.