Musim Kemarau Tiba, Rawat AC Mobil Agar Tetap Dingin

Musim Kemarau Tiba, Rawat AC Mobil Agar Tetap Dingin

Thu, 23 - July - 2020read

Hidup di daerah tropis seperti Indonesia membuat pemakaian air conditioner (AC) terasa mutlak. Bukan hanya untuk rumah, AC juga wajib ada di dalam mobil. Tanpa AC, suhu di dalam kabin mobil bisa terasa panas sehingga perjalanan kurang nyaman.

Situasi itu makin menjadi-jadi ketika musim kemarau tiba. Saat itu suhu semakin panas karena matahari menyengat begitu terik. Jadi, biar perjalanan terasa semakin nyaman, disarankan untuk rutin melakukan perawatan AC mobil.

Bagaimana cara merawat AC mobil agar tetap dingin? Berikut ini langkah-langkahnya.

Cek Kondisi Komponen AC Mobil

Agar AC mobil selalu dingin, disarankan untuk melakukan pengecekan sejumlah komponennya secara berkala. Anda bisa melihat selang atau pipa AC. Perhatikan apakah ada kebocoran atau tidak.

Lalu, lihat pula evaporator dan kondensor. Cermati apakah ada kerusakan. Selain itu, bersihkan pula secara teratur. Anda bisa melakukannya bersamaan saat mencuci mobil.

Kompresor menjadi komponen AC mobil lain yang perlu diperiksa. Dengarkan apakah ada bunyi-bunyi aneh yang terdengar. Jika tidak ada berarti kompresor dalam kondisi baik. Setelah itu lihat pula putarannya. Seharusnya kompresor berputar dengan kencang dalam kondisi normal. 

Bersihkan Area Kabin Mobil

Ternyata kebersihan area kabin mobil berpengaruh terhadap kemampuan AC dalam menghadirkan suhu dingin. Jika kabinnya berdebu dan kotor, AC mobil akan bekerja keras dalam menyaring udara. Kotoran pun menempel dan AC lebih cepat kotor sehingga kurang dingin.

Oleh karena itu, rajin-rajinlah membersihkan karpet dan jok mobil. Sedot debu yang ada agar selalu bersih. Jika kabin mobil bersih, AC mobil tidak bekerja terlalu keras. Pada akhirnya AC mampu menghasilkan suhu dingin dengan cepat.

Jangan Merokok di Kabin

Hindari merokok di dalam kabin mobil. Selain akan meninggalkan bau yang tidak sedap, asap rokok asap ternyata bisa mengotori evaporator. Jika evaporator kotor, performa AC menjadi kurang maksimal.

Maka, usahakan tidak merokok di mobil. Terlebih lagi saat AC mobil masih menyala. Kalaupun ingin merokok, disarankan untuk membuka jendela dan mematikan AC mobil terlebih dulu.

Mematikan AC Sebelum Mobil Dimatikan

Supaya AC mobil tetap awet, sangat penting untuk mematikannya sebelum mesin mobil dimatikan. Jika AC mobil menyala saat mesin mati, alternator rawan rusak. Selain itu aki akan cepat habis karena menghidupkan AC membutuhkan tenaga tinggi. 

Jika sudah dimatikan sebelumnya, AC mobil tidak akan hidup sebelum mesin mobil menyala. AC akan lebih tahan lama dan selalu menghadirkan suhu dingin yang nyaman di dalam kabin mobil.

Hidupkan Extra Fan Saat AC Dipakai

Perlakuan nyaris sama harus dilakukan ke extra fan atau kipas yang berada di depan kondensor. Pastikan selalu hidup hanya ketika AC dalam kondisi hidup. Matikan saat tidak dipakai.

Extra fan yang mati dalam kondisi AC mobil hidup bisa memicu kerusakan kompresor. Bahkan, kalau parah, selang kompresor bisa meledak. AC akan rusak berat.

Lakukan Servis Berkala

Sama seperti mesin mobil yang butuh perawatan berkala, AC mobil juga memerlukannya. Lakukan servis secara teratur. Bawa ke bengkel agar kondisi  kompresor, receiver drier, kondensor, evaporator, serta freon terperiksa dengan cermat.

Disarankan untuk melakukan servis AC mobil berkala ke bengkel setiap 10.000 km atau 20.000 km sekali. Selain itu, filter kabin lebih baik diganti setiap enam bulan sekali.

Jalankan semua perawatan AC mobil tersebut. Dipastikan AC mobil akan tetap dingin.