Ini Perbedaan Crossover Dengan SUV

Ini Perbedaan Crossover Dengan SUV

Thu, 23 - July - 2020read

Belakangan tipe mobil Crossover semakin diminati. Namun, tidak sedikit yang belum tahu perbedaannya dengan Sport Utility Vehicle (SUV).

Crossover merupakan sebutan populer dari Crossover Utility Vehicle (CUV). Sepintas tampilannya mirip dengan SUV. Ini yang membuat banyak yang tidak sadar bahwa sebenarnya ada perbedaan besar antara Crossover dan SUV.

Jika diamati, Crossover dan SUV memang nyaris sama. Kedua tipe mobil ini kerap memiliki tampilan khas yang menghadirkan kesan maskulin. Ground clearance tinggi dan desain atapnya juga hampir serupa. 

Namun, meski terlihat sama, pada dasarnya Crossover berbeda dengan SUV. Ingin tahu apa saja perbedaannya? Inilah hal-hal yang membedakan Crossover dengan SUV.

Struktur Sasis

Hal mendasar yang menjadi perbedaan Crossover dan SUV terletak pada struktur sasis. Pada mobil Crossover, platform yang digunakan sama dengan mobil Multi Purpose Vehicle (MPV). Keduanya memakai struktur unibody. Ini berarti bodi dan sasis mobil terdiri dari satu bagian utuh.

Struktur tersebut berbeda dengan SUV. Platform SUV mirip sekali dengan light-truck. Rangka bodi dan sasisnya dirakit secara terpisah atau kerap disebut sebagai body on frame. Desain ini dipilih karena SUV memang ditujukan untuk melewati medan berat, sehingga memiliki platform yang sama dengan mobil beban.

Desain

Dari tampilan luar memang sulit untuk membedakan antara Crossover dan SUV. Namun, jika dicermati terdapat perbedaan desain yang kentara. 

Mobil Crossover cenderung lebih kecil dibanding SUV. Selain itu, ground clearance juga lebih rendah. Begitu pula halnya dengan ukuran ban yang lebih kecil.

Hal itu dikarenakan desain Crossover sebenarnya berasal dari kombinasi SUV dengan sedan atau hatchback. Rancangan itu membuat bagian interior Crossover cenderung lebih luas. Akhirnya itu mampu memberi kenyamanan lebih bagi para penumpang di dalamnya.

Sementara itu, tampilan SUV terlihat lebih besar dibanding Crossover. Mulai dari ukuran bodi, ban, hingga ground clearance selalu lebih besar dan lebih tinggi. Berkat itu, kalau dibandingkan dengan Crossover, kapasitas muat SUV juga jauh lebih banyak. 

Kemampuan

Tampilan gagah di Crossover bukan tanpa tujuan. Crossover memang didesain untuk mampu melewati jalan off-road. Namun, perlu diingat, kemampuannya hanya terbatas untuk medan off-road yang ringan.

Crossover tidak bisa digunakan untuk melewati jalan yang berat. Tipe mobil ini sebenarnya lebih cocok digunakan di medan on-road. Desainnya memungkinkan mobil memiliki daya apung yang lebih besar dan menghadirkan kenyamanan lebih di jalan yang mulus. 

Selain itu, Crossover dirancang menggunakan sistem penggerak dua roda, baik roda depan atau belakang. Ini yang semakin memperlihatkan karakternya sebagai street oriented car. Oleh karena itu, Crossover lebih pas digunakan untuk berkendara di daerah perkotaan dengan kondisi jalan yang baik.

Hal tersebut berbeda dengan SUV yang memakai sistem penggerak empat roda. SUV akan sanggup berjalan di jalanan menantang dengan mudah. Aneka fitur yang memudahkan seperti winch built-in dan ban all-terrain disematkan di dalamnya.

Desain sasis yang khas mampu mengurangi kebisingan saat di medan off-road. Itu pula yang semakin membuat SUV cocok digunakan di berbagai jenis jalan yang berat. Sebaliknya SUV kurang pas jika dipakai sebagai kendaraan harian di kota dengan jalan-jalan yang sudah beraspal mulus.

Itulah perbedaan Crossover dan SUV. Lebih suka yang mana?