Menjaga Pelanggan dan Bisnis Tetap Sehat

Menjaga Pelanggan dan Bisnis Tetap Sehat

Thu, 23 - July - 2020read

Kreatifitas menjadi kunci utama ditengah situasi sulit seperti ini. Namun memastikan kesehatan semua pihak juga tidak boleh diabaikan.

Jangan menyerah dengan keadaan, sesulit apapun itu. Tidak terkecuali saat pandemi COVID-19 mendera. Tidak hanya mengancam kesehatan, roda perekonomian pun mengalami imbasnya. Bila tidak bisa mengantisipasi dampaknya, bisnis pun terancam gulung tikar. 

Roda perekonomian tidak berjalan sebagaimana mestinya pun berdampak juga pada bisnis retail seperti Dunlop Shop. Selain memang akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ruang gerak konsumen kian sulit juga menjadi penyebabnya.

“Di masa sulit ini kami fokus bagaimana bisnis ini agar tetap berjalan dan mempertahankan 6 karyawan yang kami miliki. Pengaturan jam kerja hingga penyesuaian kebutuhan di lapangan benar-benar menjadi hal paling krusial,” tukas Felix Rivandi, pemilik Dunlop Shop Factory Ban di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Benar, kondisi ini membuat semua pemilik bisnis ini mengharuskan adanya perubahan. Baik perilaku maupun cara berinteraksi di bengkel. Protokol kesehatan tetap menjadi acuan. seperti memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak harus ditegakkan.

Sama halnya juga dengan Dunlop Shop Trijaya Cibubur. “Kami langsung merespons kondisi ini dengan cepat. Semua mekanik wajib memakai masker dan sarung tangan, bagian sales counter pun tidak luput untuk memakai masker dan face shield. Sementara area cuci tangan dan jaga jarak, kami sosialisasikan ke pelanggan dengan tanda dan pengumuman di berbagai area bengkel,” tukas Ganis Fathoni, Kepala Cabang Dunlop Shop Trijaya Cibubur. 

Semenjak masa PSBB dan transisi menuju New Normal protokol kesehatan memang menjadi menu wajib bagi semua pelaku bisnis. Selain melalui kesadaran pada diri sendiri, pemilik bisnis juga harus mengambil inisiatif agar dapat menjaga kesehatan seluruh karyawan dan pelanggannya. Contoh di Dunlop Shop adalah dengan mengatur ulang fasilitas dan sarana yang ada.

Misalnya ruang tunggu pelanggan yang harus diubah. Kini ruang tunggu tidak lagi terpusat, tapi tersebar di area bengkel dan tempat duduk berjarak. 

Namun hal ini tentunya tidak menanggalkan sisi kenyamanan pelanggan. Kudapan, minuman hingga bahan bacaan berupa majalah dan lainnya tetap disajikan. Singkatnya, semua Dunlop Shop ini siap dengan kondisi pandemi.

Strategi Menjaring Pasar

Selesai menetapkan dan mejalankan protokol kesehatan untuk menjamin semua aman dan sehat. Beberapa Dunlop Shop pun terus berusaha kreatif agar bisnis tetap berjalan.

Beragam cara untuk mempromosikan produk dan jasanya ke publik pun terus dilakukan, baik secara offline maupun online. Untuk offline, berbagai media seperti spanduk serta flyer produk dan jasa pun dipasang dan disebar di area dekat bengkel.

“Kami terus memberikan gimmick menarik ke pelanggan. Mulai dari pembagian merchandise hingga paket menarik ban juga disodorkan ke publik,” tutur Bastianto Prihandono, General Manager Dunlop Shop Espede Ban Bekasi, Jawa Barat. 

Lain halnya dengan Dunlop Shop Factory Ban. Lokasinya di jalur utama Jalan Raya Bogor dimanfaatkan untuk menarik perhatian pelanggan. Promo via umbul-umbul dan pembagian flyer menjadi cara untuk menarik perhatian lalu lalang pengendara yang lewat.

Terakhir, promosi via internet atau online. Langkah ini menjadi pilihan bijak dalam merespons kondisi pandemi ini. Hanya saja mesti disesuaikan dengan kebutuhan. 

Maklum, tidak sekedar transaksi semata, instalasi serta keamanan pemasangan ban pada kendaraan pun menjadi alasan untuk hal itu. Kanal-kanal pasar online pun menjadi pilihan untuk mempromosikan produk ke publik. 

“Kanal seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, Blibli dan lainnya menjadi media untuk menjajakan sederet produk unggulan Dunlop. “Kami memberikan harga yang lebih kompetitif via online untuk menarik konsumen membeli ban Dunlop,” tukas Felix.

Pelan tapi pasti, ternyata bisnis Dunlop Shop mulai bergairah seiring relaksasi PSBB menuju New Normal. Pemilik Dunlop Shop pun kini sudah mulai beradaptasi dengan kondisi ini.