Begini Cara Mengemudi Agar Irit Bahan Bakar

Begini Cara Mengemudi Agar Irit Bahan Bakar

Mon, 05 - November - 2018read

Konsumsi bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya tertinggi bagi pengoperasian kendaraan. Padahal, saat ini, harga bahan bakar cenderung naik. Belum lagi yang memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) Nonsubsidi. Harganya bakal fluktuatif mengikuti kondisi pasar di dunia.

Oleh karena itu, irit bahan bakar perlu dilakukan. Bagaimana caranya? Tidak perlu mengurangi atau menghentikan kegiatan berkendara. Jika memang dibutuhkan, aktivitas menggunakan mobil tetap dapat dilakukan. Lebih baik menyesuaikan cara mengemudi yang tepat agar bisa irit bahan bakar. 

Gaya berkendara ternyata bisa berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar. Ada sejumlah cara yang kurang pas sehingga BBM lebih boros, namun ada pula yang justru bisa memperkecil penggunaan bahan bakar.

Lalu, bagaimana cara mengemudi yang tepat supaya irit BBM? Berikut ini yang patut diketahui.

 

BERKENDARA SECARA NORMAL

Mengendarai mobil secara agresif dengan akselerasi tinggi terkadang terasa menyenangkan. Adrenalin terpacu sehingga muncul kepuasan tersendiri. Namun, kalau dijadikan kebiasaan, gaya mengemudi seperti itu berujung terhadap konsumsi bahan bakar yang boros.

Agar bisa irit BBM, lebih baik mengemudi secara normal dalam artian tidak perlu terburu-buru menekan pedal gas dalam-dalam ketika baru berjalan. Disarankan untuk menginjak gas secara perlahan dan bertahap. Ikuti hal itu diiringi dengan pemindahan persneling dengan mantap. 

Untuk memindahkan gigi transmisi dilakukan pada Rotary Per Minute (RPM) yang pas pada kisaran 1.500-2.200 untuk mesin bensin dan RPM 1.100-2.000 untuk mesin diesel. Jangan terlalu tinggi melebihi tingkat RPM yang direkomendasikan. Terlalu rendah juga sama saja karena akan memperboros konsumsi bahan bakar.

 

HINDARI PENGEREMAN BERLEBIHAN

Kebiasaan berkendara dengan pengereman berlebihan ternyata berkorelasi dengan konsumsi bahan bakar yang tinggi. Oleh sebab itu disarankan untuk menghindarinya. Pedal rem diinjak ketika benar-benar membutuhkan.

Perlu diketahui, mengurangi kecepatan dengan rem akan membuat mobil memerlukan daya dorong lagi untuk mencapai kecepatan semula. Hal itu membutuhkan energi tambahan. Dati mana kendaraan mendapatkannya? Tentu saja dengan menambah konsumsi BBM.

Oleh karena itu tidak terlalu sering mengerem kendaraan. Itu bisa dilakukan jika berkendara dalam jarak aman. Artinya mobil tidak terlalu dekat dengan kendaraan di depannya sehingga tidak memerlukan pengereman mendadak ketika ada pengurangan laju kecepatan. 

Selain itu, jagalah mobil berada dalam kecepatan konstan. Kendaraan dengan laju stabil seperti ini akan mengonsumsi BBM lebih sedikit. Sebab, pedal gas tidak terlalu diinjak sehingga bahan bakar irit.

 

PASTIKAN KONDISI KENDARAAN PRIMA

Selain gaya berkendara yang pas, pengemudi juga dituntut untuk memperhatikan kondisi mobil jika ingin irit dalam konsumsi BBM. Faktor kendaraan berpengaruh besar terhadap penggunaan bahan bakar.

Kendaraan yang berada dalam kondisi prima bakal membutuhkan bahan bakar yang lebih sedikit dibandingkan yang bermasalah. Oleh sebab itu, rajinlah untuk melakukan servis kendaraan secara rutin agar konsumsi BBM irit.

Selain itu, periksa tekanan ban secara berkala. Pastikan tekanannya berada di level normal sesuai yang direkomendasikan. Sebab, jika tekanan ban terlalu rendah, konsumsi bahan bakar akan meningkat di kisaran 5 hingga 20 persen. Adapun rekomendasi tekanan ban yang ideal bisa diketahui dari buku manual kendaraan atau plakat informasi di mobil.