Benarkah Mobil Transmisi Automatic Lebih Boros Bahan Bakar?

Benarkah Mobil Transmisi Automatic Lebih Boros Bahan Bakar?

Mon, 05 - November - 2018read

Belakangan popularitas mobil bertransmisi automatic kian tinggi. Publik makin menyukainya karena dianggap simpel. Namun, tetap ada yang lebih suka mobil manual karena dianggap lebih irit. Lantas benarkah mobil automatic cenderung boros bensin?

Harga bahan bakar memang tidak bisa dibilang murah. Inilah salah satu komponen biaya tertinggi bagi sebuah kendaraan. Maklum saja, bensin diperlukan untuk mobil beroperasi.

Oleh karena itu, penghematan bahan bakar menjadi harapan banyak orang. Semakin irit, makin banyak orang yang menyukai tipe kendaraan tersebut. 

Hal ini pernah menjadi kekurangan bagi mobil bertransmisi automatic. Kendaraan yang biasa disebut mobil matic ini dianggap boros bahan bakar. 

Pada zaman dulu, anggapan tersebut ada benarnya. Dahulu mobil bertransmisi automatic memiliki gigi lebih sedikit dibanding tipe manual. Mobil matic cuma punya tiga atau empat percepatan. Ini berpengaruh pada putaran mesin. 

Pada kecepatan yang sama, rotary per minute (RPM) yang dihasilkan oleh kendaraan automatic memang jadi lebih tinggi dibanding mobil manual dengan lima atau enam percepatan. Inilah yang membuat bahan bakar yang diperlukan lebih banyak.

Akan tetapi, perkembangan teknologi membuat anggapan bahwa mobil matic boros bahan bakar sudah tidak tepat lagi. Ini dikarenakan jumlah gigi yang dimiliki tipe kendaraan tersebut malah jauh lebih tinggi dibanding model manual.

Sekarang mobil automatic bahkan ada yang sudah mempunyai delapan atau sembilan percepatan. Contohnya adalah kendaraan matic dengan transmisi CVT atau dual clutch. 

Selain itu, produsen mobil terus mengembangkan berbagai teknologi penghematan bahan bakar di mobil matic. Salah satu contohnya adalah konverter torsi yang memiliki mekatronik lebih canggih. Fitur ini bisa membuat perbedaan antara transmisi matic dan manual akhirnya tidak jauh berbeda.

Dengan demikian, anggapan mobil bertransmisi automatic lebih boros bahan bakar dibanding mobil manual tidak tepat lagi. Kebutuhan bensin mobil matic setara dengan mobil manual.

Justru yang lebih menentukan konsumsi bahan bakar adalah gaya berkendara. Pengguna kendaraan matic bisa melakukan sejumlah hal supaya semakin irit bensin. Pertama adalah mengurangi intensitas mengerem. 

Terlalu sering menginjak pedal rem bisa membuat kebutuhan bahan bakar meningkat. Pasalnya, kendaraan membutuhkan energi lagi untuk menambah kecepatan. Disarankan untuk memakai rem sesuai keperluan saja.

Selain itu, jangan malas untuk melakukan pemeriksaan tekanan ban. Untuk bisa berkendara dengan baik, faktor ban menentukan. Ban harus memiliki tekanan sesuai yang direkomendasikan. Segera tambah tekanan jika kurang atau justru sebaliknya.

Kalau tekanan ban tidak pas, mobil memerlukan tenaga tambahan untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Faktor ini pada akhirnya membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak.

Biasakan pula untuk berkendara secara normal. Jangan terlalu agresif menginjak pedal gas. Lebih tepat untuk mengemudi dengan kecepatan yang konstan untuk bisa menghemat bahan bakar.

Kurangi juga kegemaran untuk melaju dalam kecepatan tinggi. Ketika mobil melesat di atas normal, bahan bakar yang diperlukan jelas lebih banyak. Itu membuat konsumsi bensin bakal meningkat. Usahakan untuk berkendara dalam laju yang normal.

Ketika bisa mempraktikkan semua hal tersebut, niscaya mobil automatic tidak akan boros bahan bakar. Konsumsi bensin yang diperlukan bakal setara dengan mobil manual. Mau mencobanya?