Mengenal ABS, BA, dan EBD Pada Rem Mobil

Mengenal ABS, BA, dan EBD Pada Rem Mobil

Fri, 03 - May - 2019read

Berbagai komponen penunjang keselamatan berkendara terus berkembang. Sistem pengereman mobil termasuk di antaranya. Banyak sekali fitur berbasis teknologi yang semakin mendukung kinerja rem.

Saat ini publik sudah mengenal Anti-lock Braking System (ABS). Fitur ini telah banyak diterapkan ke berbagai model mobil. Namun, komponen active safety di rem yang bertugas mencegah kecelakaan terjadi bukan hanya ABS. Belakangan mulai dikenal pula Brake Assist (BA) dan Electronic Brake Force Distribution (EBD).

Ketiganya sama-sama memiliki manfaat untuk membuat pengereman kendaraan berjalan lebih baik. Tapi, ada perbedaan fungsi dan kegunaan di antara ketiganya. Apa sajakah itu?

Anti-lock Braking System

Pada dasarnya, ABS merupakan sistem rem yang menjaga supaya tidak terjadi penguncian roda saat pengendara melakukan pengereman mendadak. Awalnya, ABS diterapkan di pesawat terbang. Namun, sekarang, teknologi ini sudah biasa digunakan di berbagai jenis mobil.

ABS memiliki fungsi utama untuk mencegah roda tidak terkunci ketika terjadi pengereman mendadak yang dikenal sebagai force breaking. Menginjak rem seperti itu memang dapat membuat roda tidak bisa dikontrol dan sulit digerakkan ke kiri atau ke kanan. Ini bisa berakibat fatal karena kendaraan tidak bisa menghindari objek sehingga menabrak.

ABS berguna untuk menghindari penguncian terhadap keempat roda mobil tersebut. Itu bisa dilakukan karena ada sensor yang dipasang di setiap roda. Alhasil, kontrol ABS mampu mendeteksi putaran roda yang berhenti ketika sedang berjalan.

Ketika sensor menemukan penguncian roda, sistem akan memerintahkan piston rem melepas sejenak jepitan kampas rem dan menjepitnya lagi setelah roda sedikit berputar. Sensor tersebut terhubung dengan komputer sehingga dapat mengatur kinerja ABS supaya bekerja maksimal. Teknologi ini juga mampu mengontrol besarnya tekanan pada masing-masing roda.

Berkat itu, kejadian penguncian roda bisa dihindari. Mobil mendapat traksi sehingga dapat dibelokkan untuk menghindari tabrakan.

ABS akan sangat membantu di jalanan yang licin atau berpasir, namun kurang efektif di medan yang tidak rata. ABS juga sangat bermanfaat karena pengereman bisa dilakukan lebih cepat. Selain itu, mobil akan lebih stabil ketika mengerem secara mendadak.

Brake Assist

Sama seperti ABS, BA memiliki peran vital dalam keselamatan berkendara. Secara garis besar BA merupakan sebuah sistem yang membantu tingkat akurasi dari reaksi pedal rem yang diinjak, sehingga memiliki respons yang lebih cepat dan sesuai dengan perintah yang diminta. Dengan kata lain, BA membantu rem bekerja lebih cepat dibanding rem biasa.

Hanya dengan menginjak sedikit pedal rem, secara otomatis BA akan menambah tenaga yang membantu pengereman lebih maksimal. Selain itu, rem terasa lebih “empuk” dengan keberadaan BA.

Fitur BA dihadirkan karena kecelakaan sering terjadi karena keterlambatan pengereman. Tabrakan tidak terhindarkan akibat rem terlambat diinjak. Singkat kata, BA berguna untuk membantu force breaking.

Sistem BA mampu membaca pelepasan kaki di pedal gas baik secara mendadak maupun karena berpindah ke rem. Kemampuan tersebut memungkinkan BA bereaksi secara otomatis untuk membantu pengereman mendadak.

Untuk mendeteksi keberadaan BA di mobil sebenarnya cukup mudah. Cobalah injak pedal rem secara mendadak dengan lembut. Jika pengereman terasa maksimal, berarti ada fitur BA di mobil tersebut. Berbeda sekali dengan rem biasa yang terasa “kosong” saat diinjak secara halus.

EBD

EBD merupakan pengembangan lebih lanjut dari ABS. Sistem ini berfungsi membagikan tekanan pengereman ke masing-masing roda dengan daya yang bervariasi, tergantung kondisi beban di setiap roda. Berkat EBD, tekanan pengereman pada roda belakang dan roda depan bakal berbeda.

Keberadaan EBD akan membuat pengereman semakin baik. Mengapa bisa seperti itu? Ketika ada pengereman mendadak, sebagian beban mobil akan bertumpu pada roda depan. Ini berakibat beban pada roda depan lebih berat daripada roda belakang. Kalau tekanan pengereman roda belakang sama dengan roda depan dalam kondisi beban tumpuan berbeda, roda belakang akan selip. Selain itu, roda depan tidak bisa mengerem maksimal.

EBD menjadi solusi problem tersebut. Dengan sensor dan Brake Force Modulator yang dipasang di roda serta Electronic Control Unit, EBD mampu membagi tekanan pengereman sesuai kebutuhan. Karena itulah pengereman akan lebih maksimal.