Alasan Tekanan Ban Harus Sesuai Rekomendasi

Alasan Tekanan Ban Harus Sesuai Rekomendasi

Fri, 03 - May - 2019read

Sebagai komponen vital dalam kendaraan, ban menjadi aspek penting dalam keselamatan berkendara. Untuk memastikannya, disarankan untuk selalu memperhatikan tekanan ban agar sesuai rekomendasi.

Perlu diketahui, setiap mobil memberi rekomendasi tekanan ban yang ideal. Biasanya skalanya diukur dalam satuan Pounds per Square Inch atau sering disingkat sebagai Psi.

Secara umum, tekanan ban normal berada di kisaran 28 Psi hingga 33 Pssi. Namun, setiap jenis mobil memiliki rekomendasi tekanan yang berbeda. Sebagai contoh tekanan ban ideal mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) sering ada di level 30-32 Psi. Sementara itu, kendaraan model sedan mengharuskan tekanan ban selalu berada di 28-30 Psi.

Meski begitu, nilai tersebut bukanlah ukuran mutlak. Setiap mobil memiliki standar tersendiri yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Selain itu, bisa pula ban depan dan ban belakang memiliki tekanan yang berbeda.

Untuk mengetahui tekanan ban yang direkomendasikan, pengemudi mobil bisa melihatnya di buku manual mobil. Selain itu, biasanya angkanya ada yang ditempel di sisi-sisi pintu mobil. Pemilik kendaraan dapat mencarinya agar tahu tekanan ban yang tepat.

Penting sekali untuk mengetahui tekanan ban sesuai rekomendasi supaya kinerja ban selalu optimal. Kalau tekanan berlebih, dampaknya tidak baik. Begitu pula ketika tekanannya justru kurang.

Saat tekanan ban berlebih di atas yang direkomendasikan, ban dapat mengalami keausan di bagian tengah. Kalau menabrak lubang atau benda keras lain, ban rawan pecah sehingga sangat berbahaya.

Tekanan ban yang berlebih pun berdampak terhadap kendali mobil saat dipakai berkendara. Mobil terasa seperti melayang. Dengan demikian, mobil akan sulit dikendalikan. Lagi-lagi ini berbahaya terhadap keselamatan di perjalanan.

Lain halnya ketika tekanan ban mobil kurang dari level yang direkomendasikan. Ban tidak akan bisa menapak secara merata dengan semua sisinya di permukaan jalanan.

Akibatnya ban mengalami gaya gesek yang lebih besar.

Kalau itu terjadi, ban lebih mudah panas. Namun yang lebih berbahaya, risiko untuk mengalami ban meledak bakal membesar.

Bukan hanya itu, pelek juga bisa rusak ketika ban membentur benda keras atau jalan berlubang. Tekanan yang kurang membuat ban tidak maksimal menahan benturan.

Secara jangka panjang pun ban jadi tidak akan tahan lama. Kalau tekanan ban kurang dari rekomendasi, bagian samping telapak ban akan aus. Sebab, area bagian tengah melengkung, sedangkan bagian kiri dan kanan akan lebih menapak ke permukaan jalan. Itu mempercepat keausan terjadi.

Untuk itu, penting sekali untuk selalu mengecek tekanan ban agar sesuai rekomendasi. Pemilik kendaraan bisa melakukannya secara rutin minimal setiap sebulan sekali. Biasanya ketika sudah dipakai satu bulan, tekanan ban bakal berkurang setidaknya 1 Psi.

Gunakan alat pengukur tekanan ban untuk melakukan pemeriksaan. Namun, kalau ingin praktis, bengkel-bengkel sudah banyak yang menyediakan layanan pengecekan sekaligus penambahan atau pengurangan tekanan ban. Segera lakukan supaya ban mobil awet dan keselamatan berkendara selalu terjaga.