Tahu Persis Fungsi Busi Pada Mobil

Tahu Persis Fungsi Busi Pada Mobil

Sat, 06 - July - 2019read

Dalam setiap mesin mobil yang berbahan bakar bensin pasti ada busi. Komponen kendaraan ini memiliki fungsi vital sehingga perlu dirawat.

Busi merupakan bagian vital dalam proses pembakaran di mesin kendaraan. Suku cadang inilah yang bertugas untuk memberikan percikan api di dalam ruang bakar yang telah terkompresi campuran bensin dan udara.

Penemu busi adalah Etienne Lenoir yang mulai menggunakannya pada 1860 untuk mesin pembakaran internal berbahan bakar bensinnya. Namun, orang yang mematenkannya justru Robert Bosch yang memanfaatkannya sebagai bagian dari sistem pengapian pada 1898.

Sejak saat itulah, busi digunakan untuk memantik api di mesin yang berbahan bakar bensin. Tanpa ada busi, percikan api tidak terjadi dan proses pembakaran di dalam mesin tidak tercipta.

Namun, berkat keberadaan busi, pembakaran dalam ruang silinder bisa terjadi. Proses itu akhirnya menghasilkan daya yang menggerakkan kendaraan. Fungsi busi sangat vital bukan? 

Oleh karena itu, penting sekali untuk merawat busi agar selalu berfungsi optimal. Sebab, busi termasuk dalam tiga elemen utama yang menentukan pembakaran yang sempurna. Dua hal lainnya adalah percampuran bahan bakar dengan udara yang ideal atau good air fuel mixture serta ruang bakar yang sehat atau good compression.

Kalau busi tidak berkinerja baik, bakal ada sejumlah gangguan di mobil. Beberapa contohnya adalah mesin tidak stabil, akselerasi turun, susah distarter, sampai kendaraan mengonsumsi bahan bakar lebih banyak dari normal.

Untuk itu, penting supaya busi bisa selalu menghasilkan kualitas percikan listrik yang baik. Perawatan menjadi kunci. Bahkan, ada kalanya harus diganti ketika masa pakai sudah berakhir.

WAKTU PENGGANTIAN

Untuk mengganti busi, patokan secara umum adalah kilometer penggunaan dan tingkat kerusakan. Namun, dua hal ini tidak bisa menjadi ukuran pasti karena lebih merupakan perkiraan secara umum. Pasalnya, kondisi setiap kendaraan berbeda-beda.

Meski begitu, biasanya ada acuan umum yang dipakai. Busi sering diganti setiap mobil menempuh perjalanan sejauh 20 ribu km. Jarak ini setara dua dengan kali masa servis rutin atau ganti oli mobil.

Sementara itu, untuk busi yang rusak, waktu pergantian tergantung kerusakan elektroda. Ini pun tidak bisa diberikan ukuran pasti. Pasalnya, jenis busi berbeda-beda dengan material yang beragam. 

Sebagai contoh busi tipe logam mulia tunggal memiliki tingkat kerusakan sama ataupun lebih lama dari tipe busi standar. Namun, busi tipe logam mulia ganda bisa mengalami kerusakan yang berbeda tergantung posisi mana yang rusak lebih dulu.

Namun, jika memang sudah rusak, sebaiknya busi harus segera diganti. Jika tidak, ketidakoptimalan fungsi busi bisa berdampak buruk bagi komponen kendaraan yang lain. Sejumlah suku cadang seperti koil, spark plug wires, primary bold, secondary light, cap & rotor, trigger & module, hingga aki bakal terpengaruh.

Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan busi. Hendaknya busi selalu dirawat dan diganti ketika sudah rusak supaya kinerja mobil tetap optimal.

Selain busi, perhatikan pula kondisi ban. Ban yang baik akan berpengaruh terhadap kendaraan. Maka, pastikan memakai yang berkualitas dari Dunlop. Ban Dunlop yang berperforma tinggi ini menjamin kinerja ban optimal dalam mendukung berkendara.