Suzuki XL7 Memakai Enasave Sebagai Ban OEM

Suzuki XL7 Memakai Enasave Sebagai Ban OEM

Fri, 03 - April - 2020read

Awal tahun 2020, PT Suzuki Indomobil Sales selaku APM Suzuki di Indonesia, kembali merilis produk barunya ke Tanah Air. Kali ini sosok Suzuki XL7 resmi meluncur untuk pasar Indonesia. Sosok SUV lansiran Suzuki ini bakal menjadi penantang di kelas Sport Utility Vehicle (SUV). Artinya XL7 siap melawan transporter lawas seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V dan Mitsubishi Xpander Cross.

Suzuki XL7 mengaspal dengan tiga varian, mulai varian Zeta tipe paling rendah, kemudian Beta, dan Alpha untuk tipe tertingginya. Untuk Zeta M/T dibanderol Rp 230 juta, Zeta A/T Rp 240,5 juta, Beta M/T Rp 246,5 juta, Beta A/T Rp 257 juta, Alpha M/T Rp 256,5 juta, dan Alpha A/TRp 267 juta.

Menyebut XL7, mengingatkan sosok Suzuki Grand Escudo XL7 2003 silam, kini emblem tersebut disematkan pada sosok SUV terbaru Suzuki. Namun, berbeda dengan Grand Escudo XL7, Suzuki XL7 mengambil basis rangka monokok Suzuki All New Ertiga untuk diwujudkan sebagai sebuah SUV.

Eksterior, kesan gagah sudah sangat terlihat berkat penerapan desain grill, kap mesin, headlamp hingga bumper yang berotot. Suzuki Indonesia menyebut desain ini sebagai muscular design. Kesan tebal dan gagah begitu terlihat, jauh sekali dari All New Suzuki Ertiga yang menjadi basis rancang bangunnya.

Mesin XL7 tetap memakai mesin yang sama dengan Ertiga, yakni K15B 4 silinder DOHC berkapasitas 1.462 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan daya 103,2 dk pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm.

Platform HEARTECT

Basis rangka berteknologi HEARTECT ini juga serupa yang dipakai Ertiga, Ignis dan Baleno. Dengan menggunakan platform monokok, XL7 menawarkan kelebihan dari segi biaya produksi dan juga sharing parts.

HEARTECT adalah basis terbaru dari Suzuki. Basis ini dibangun memperkuat bagian bawah bodi, namun tetap dirancang dengan menggunakan material yang ringan guna memperoleh efisiensi bahan bakar yang baik. Selain itu, juga mendukung performa saat dikemudikan, bahkan saat bermanuver dan membantu pengereman.

Suspensinya pun mumpuni. Suspensi depan dan belakang mengadopsi MacPherson Strut with coil spring & Torsion Beam with coil spring. Kedinamisan berkendara kian apik dengan Teknologi Safety Sasis, Heartect. 

Performanya juga ditunjang dengan kehadiran pelek alloy 16 inci serta balutan ban Dunlop Enasave EC300+, dengan spesifikasi 195/60 R16 89H. Bukan tanpa alasan, Suzuki tetap mengusung ban orisinal dari Dunlop, terutama Enasave EC300+. Selain performa baik, Dunlop tipe ini juga dikenal ramah lingkungan.

Untuk lingkar roda, Suzuki XL7 yang lebih besar 1 inch dari Suzuki All New Ertiga. Dengan spesifikasi ukuran 195/60R16,  bantingan suspensinya akan tetap lebih lembut, sebab Suzuki XL7 ini menggunakan ban Dunlop yang memiliki dinding ban yang lebih lentur.

 Kehadiran Suzuki XL7, sekaligus menegaskan pabrikan ini konsisten dan percaya performa Dunlop. Ada sederet model Suzuki yang sudah menggunakan Dunlop Enasave EC300+. Sebut saja Suzuki All New Ertiga, All New Jimny, serta Carry Futura Pick Up.

Setidaknya Dunlop Enasave EC300+ memberikan bukti ke publik Indonesia kalau kualitas serta teknologi tetap menjadi pilihan sederet pabrikan mobil dunia.