Ban Hemat BBM, Mungkinkah?

Ban Hemat BBM, Mungkinkah?

Mon, 22 - June - 2020read

Menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraannya, siapa yang tidak mau? Apa saja mungkin akan dilakukan untuk mewujudkannya. Kalau begitu, meski bukan faktor penentu utama, ban hemat BBM bisa dipilih.

Penghematan BBM kendaraan memang bisa berdampak besar. Konsumsi yang berkurang pasti akan mengurangi biaya transportasi. Dalam situasi ekonomi yang tengah sulit seperti sekarang, hal itu sangat membantu.

Namun, jika ingin menghemat BBM, pengemudi harus paham dulu faktor-faktor utama penentunya. Secara garis besar, ada empat hal yang memengaruhi pemakaian BBM kendaraan, yakni massa, aerodinamis, gesekan, dan aksesori kendaraan. 

Dalam praktik keseharian, keempat faktor tersebut terwujud dalam berbagai cara. Sebagai contoh mudah, mengemudi lebih cepat atau mempercepat dan mengurangi kecepatan secara agresif, termasuk lebih sering menginjak rem, bisa menyebabkan kerugian aerodinamis. Hal itu akan membuat BBM lebih boros. 

Ukuran bodi kendaraan juga akan menentukan. Kendaraan besar membuat gesekan ikut membesar. Pada akhirnya hal itu menjadikan BBM lebih boros. 

Lalu, meski tidak signifikan, ban bisa pula berpengaruh. Hal tersebut dimungkinkan karena konsumsi BBM mobil dipengaruhi pula oleh gesekan yang terjadi.

Menurut National Research Council, ada satu hal yang membuat ban hemat BBM. Itu adalah faktor rolling resistance atau hambatan gulir yang rendah. 

Rolling resistance merupakan gaya yang ditimbulkan oleh jalan atau permukaan terhadap ban kendaraan untuk menahannya dari menggelinding. Agar lebih mudah memahaminya, hambatan gulir muncul saat ada gesekan ban di jalan. Kalau hambatan gulir sebuah ban tinggi, maka mesin perlu bekerja keras agar kendaraan bisa melaju. Itulah yang akan memicu pemborosan BBM.

Sementara itu, jika hambatan gulir rendah, ban akan meluncur dengan lebih mudah. Ini membuat tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan kendaraan lebih sedikit. Pada akhirnya, hal tersebut mampu mendukung penghematan BBM. 

Secara umum, penghematan yang diperoleh dari pemakaian ban hemat BBM diperkirakan berada di kisaran 10% hingga 15%. Namun, itu pun terkait dengan berbagai faktor lain seperti kebiasaan mengemudi, kondisi jalan, serta jenis kendaraan.

DESAIN DAN MATERIAL KHUSUS

Karena menawarkan hal menarik, produsen ban berlomba-lomba menciptakan ban hemat BBM. Namun, itu tidak mudah. Desain ban harus spesifik supaya bisa menghadirkan ban dengan hambatan gulir rendah.

Agar hemat BBM, ban harus memiliki alur yang lebih besar. Ini diperlukan supaya lebih cepat membuang air yang ada di jalan. Namun, hanya mengandalkan desain seperti itu memiliki risiko. Ban lebih mudah terkena aquaplaning. Potensi selip cukup besar karena ban tidak punya daya cengkeram yang baik.

Untuk menyiasatinya diperlukan material ban yang pas. Agar hambatan gulir rendah dan punya traksi yang baik, ban harus padat. Namun, biasanya kompon ban hanya terdiri dari karbon. Bahan tersebut masih kurang padat sehingga tidak akan bisa menghadirkan ban hemat BBM yang aman.

Untuk itulah dihadirkan berbagai terobosan. Salah satunya ban dengan kompon yang dipadati silika seperti yang dilakukan oleh Dunlop di beberapa seri ban buatannya. Material kompon kaya silika membuat bagian ban lebih padat dibanding kompon biasa. Selain itu, material tersebut menghadirkan hambatan gulir rendah sekaligus daya cengkeram yang lebih baik.

Kompon yang padat memungkinkan ban segera berputar ketika kendaraan dijalankan. Sebaliknya, jika kompon kurang padat, roda belum secara otomatis berputar ketika mesin dihidupkan. Hal itu dikarenakan titik di ban yang tidak tersentuh aspal saat mulai melaju, butuh waktu untuk memadat. 

Faktor itulah yang akhirnya menghadirkan ban hemat BBM atau tidak. Namun, hal itu bukanlah penentu utama karena kondisi lain ikut berpengaruh dalam konsumsi bahan bakar kendaraan.