News

Sejarah Panjang Dunlop

Posted on Apr 26 2011

John Boyd Dunlop dilahirkan dari keluarga petani di Dreghom, North Ayrshire Skotlandia pada tanggal 5 Februari 1840. Semasa kecil ia tinggal di kota kelahirannya. Dunlop muda menamatkan studinya dan berhasil mendapatkan gelar dokter hewan di Dick Vet, University of Edinburgh Skotlandia. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Dunlop berpraktik sebagai dokter hewan pertama di Edinburgh, Skotlandia, dan kemudian di Belfast, Irlandia.

Di masa mudanya, John dikenal sebagai pekerja keras. Bahkan pada usia 19 tahun ia sudah bekerja untuk membantu perekonomian orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Pada tahun 1871 John menikah dengan Margaret Stevenson dan memiliki tiga orang putra.

Sejarah

Asal mula penciptaan ban pneumatic didorong ketika John pertama kali mendesain roda untuk sepeda putranya yang sengaja dirancang untuk mengurangi guncangan ketika mengendarai sepeda di jalan yang kasar yang menyebabkan sakit kepala. John berusaha dengan keras menjawab keluhan anaknya yang merasa kurang nyaman dengan sepeda roda tiganya. Pada tahun 1887, John Boyd Dunlop berhasil mendesain dan mengembangkan ban yang berisi angin pertama untuk sepeda roda tiga putranya.

Sebagian besar literature menyebutkan, ban karet bertekanan udara pertama buatan John Boyd Dunlop dirancang dengan mengisi ban karet dengan udara seperti umum digunakan kendaran bermotor saat ini. Modifikasi ban dalam dijahit di dalam ban luar dan terpaku pada pinggirnya. John juga melakukan perbaikan ban sepeda roda tiga yang padat karet dan membungkus tabung dengan dipompa dengan udara. Ban tersebut kemudian dipasang di roda belakang sepeda dengan dipasang rekaman linen untuk memberikan tapak ban.

Seorang industrialis asal Irlandia William Harvey du Cros tertarik atas penemuan ban John Dunlop. Harvey tertarik setelah melihat seorang pengendara sepeda memenangkan perlombaan di Belfast dengan sepeda beroda pneumatic buatan John. Harvey kemudian memberikan modal kepada John untuk memasarkan temuannya itu. Kelak John bersama William membangun Dunlop Rubber Company, perusahaan ban yang menarik perhatian di dunia.

Temuan brilian John ini dianggap sebagai terobosan kemajuan pengembangan ban karet pada abad 18. John baru mematenkan penemuannya pada 7 Desember 1888 di Britania Raya Inggris. Meski telah mematenkan, temuan John dianggap tidak valid setelah diketahui rancangan ban pertama diciptakan oleh Robert William Thomson. R.W. Thomson menemukan dan mematenkan ban berisi angin tahun 1845. Meski begitu, dengan penemuan ban modern, John lebih diakui daripada temuan R.W. Thomson.

Ban Dunlop pertama kali mengiklankan desain bannya pada tahun 1889 di The Irish Cyclist. Dua tahun kemudian, John Boyd Dunlop mendirikan pabrik pertama Dunlop Tyres di Dublin, Irlandia. Satu tahun kemudian John memproduksi ban secara massal di Belfast. Tahun 1891 dibangunlah Fort Dunlop Factory di Birmingham, Inggris yang kini menjadi kantor pusat Dunlop. Pertumbuhan Dunlop dari perintis ke korporasi multinasional sukses dengan cepat.

Setelah diperkenalkan pada 1888, ban pneumatik Dunlop menjadi perlengkapan standar untuk sepeda karena sangat baik untuk digunakan di jalan yang kasar. Pada tahun yang sama, ban Dunlop untuk pertama kali digunakan pada mobil yang diproduksi oleh Karl Benz. Dunlop kini menjadi merek ban terkemuka dunia dengan beragam produk yang telah menggoreskan jutaan telapaknya di jalan raya di seluruh dunia. Pada dekade ’80-an, Dunlop berhasil menguasai pasar di Jerman, Inggris, Prancis, dan AS. Itulah awal pesatnya perkembangan Dunlop, khususnya dalam bidang pengembangan teknologi, kapasitas produksi, dan pemasaran dengan jaringan global di seluruh dunia. John Boyd Dunlop meninggal 23 Oktober 1921, disebabkan sakit. Ia berhasil menciptakan produk ban praktis yang bermanfaat bagi dunia otomotif.

Sejarah Perkembangan

Semua berawal dari pengembangan ban bertekanan angin pertama di dunia oleh John Boyd Dunlop, seorang dokter hewan, di Belfest Irlandia pada tahun 1888. Ban tersebut dibuat untuk ban sepeda roda tiga anaknya. Setelah diperkenalkan pada 1888, ban pneumatik Dunlop menjadi perlengkapan standar untuk sepeda karena sangat baik untuk digunakan di jalan yang kasar. Pada tahun yang sama, ban Dunlop untuk pertama kali digunakan pada mobil yang diproduksi oleh Karl Benz.

Dunlop kini menjadi merek ban terkemuka dunia dengan beragam produk yang telah menggoreskan jutaan telapaknya di jalan raya di seluruh dunia. Pada dekade ’80-an, Dunlop berhasil menguasai pasar di Jerman, Inggris, Prancis, dan AS. Itulah awal pesatnya perkembangan Dunlop, khususnya dalam bidang pengembangan teknologi, kapasitas produksi, dan pemasaran dengan jaringan global di seluruh dunia.

John Boyd Dunlop meninggal 23 Oktober 1921, disebabkan sakit. Ia berhasil menciptakan produk ban praktis yang bermanfaat bagi dunia otomotif. Tahun 1990 dimulailah produksi ban pertama di Jepang. Dari titik inilah Dunlop mebukukan sejarah sebagai pelopor perkembangan ban di dunia, hingga saat ini. Penemuan besar inilah yang mewarnai sejarah ban pertama di dunia dan pertama di Jepang.

1888

 JB Dunlop menemukan ban dengan tube/dalam. Ini berarti telah lahir ban bertekanan udara pertama di dunia. 

1905

Dunlop mengembangkan ban mobil pertama dengan pola telapak beralur.

1909

Pembentukan Kantor Cabang Perusahaan Dunlop di Jepang. Sekaligus pembentukan pabrik di Kobe.

1913

Dunlop memulai produksi ban berteknologi modern pertama di Jepang.

1924

Bentley dengan menggunakan ban Dunlop menjadi juara pertama dalam lomba adu ketahanan 24 jam di Le Mans.

1927

Mobil khusus dengan mengggunakan ban Dunlop berhasil mencatat rekor baru  kecepatan 326,6 km/jam di Pantai Daytona Amerika.

1931

Team yang menggunakan ban Dunlop berhasil menjadi juara 8 kali berturut-turut di Le Mans.

1939

Le Mans dihentikan di tengah season karena terjadi perang dunia kedua. Juara pada tahun itu adalah Bugatthi 157 C yang menggunakan ban Dunlop.

1947

Mobil yang menggunakan ban Dunlop mencatat rekor baru kecepatan 634 km/jam di negara bagian Utah, Amerika

1949

Le Mans dibuka kembali setelah berakhirnya perang dunia kedua. Mobil yang menggunakan ban Dunlop merebut juara pertama dalam Road Race Championship kelas GP500.

1953

Dunlop memproduksi ban tubeless pertama di Jepang.

1956

Dunlop mengikuti F1 Grand Prix.

1960

Dunlop menemukan teknologi pertama yang menjelaskan fenomena hydroplanning.

1966

Dunlop mulai menjual ban radial textile produksi dalam negri.

1967

Dunlop mengembangkan ban radial salju (Snow Tyre) pertama di Jepang.

1972

Dunlop mengembangkan ban yang tetap dapat dipergunakan dengan kecepatan 80km/jam sejauh 160km meskipun mengalami kebocoran ringan.

1979

Pertama kali di dunia, Dunlop memproduksi ban radial untuk motor sport secara massal.

1983

Untuk meningkatkan teknologi inovasi ban motor, Dunlop memperkenalkan mesin penguji karakteristik ban tipe Flat Belt yang pertama di Jepang.

1986

Dunlop meluncurkan ban radial untuk motor yang di produksi secara massal serentak di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa.

1991

Mazda 878B yang menggunakan ban Dunlop menjadi mobil Jepang pertama yang menjuarai Le mans.

1998

Dunlop mengembangkan teknologi Digital Rolling Simulation dan memulai penjualan ban Digi-Tyre.

2006

Dunlop memulai penjualan ban ramah lingkungan (ecotyre) generasi terbaru dengan berbahan baku alami non-oil 97%.

Mobil Nissan GT-R dengan menggunakan ban Dunlop berhasil mencatat rekor kecepatan untuk kategori mobil yang diproduksi massal di sirkuit Nurburgring, Jerman.

Dalam Moto GP 250, motor yang menggunakan ban Dunlop berhasil menjadi juara sebanyak 200 kali berturut-turut.

 

Promotional

Potongan harga tiket Trans Studio Bandung

Dapatkan potongan harga tiket Trans Studio Bandung sebesar Rp. 100.000,- More >>

FAQ

Apa manfaat <em>spooring</em>

Spooring dilakukan dengan tujuan agar ban tidak mengalami keausan tidak merata atau aus pada satu sisi saja serta untuk… More >>

Tips & Article

Jangan Ragu Beli Ban Baru Lagi

Ban itu bukan makanan yang bisa busuk atau kadaluwarsa. Memang di dinding ban ada minggu dan tahun produksi, tapi tidak… More >>