Strategi Apik Masa Pandemi Dunlop Shop

Strategi Apik Masa Pandemi Dunlop Shop

Tue, 13 - October - 2020read

Butuh usaha ekstra untuk tetap bertahan dalam bisnis pada masa pandemi Covid-19. Sederet jurus dipersiapkan untuk tetap bisa melewati masa sulit seperti sekarang ini.

Berbisnis di masa pandemi memang menjadi tantangan sendiri. Butuh komitmen serta dukungan semua pihak. Produsen, distributor, pelaku usaha, karyawan dan pemerintah mesti bersinergi dalam upaya menggerakkan pasar. 

Bagi pelaku usaha, seperti pelaku usaha toko ban, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tidak semata berkenaan tentang protokol kesehatan dalam sehari-hari, tapi juga untuk bisnisnya. Yup, pemilik toko ban kini harus belajar dan beradaptasi dengan sistem usaha, termasuk menggerakan potensi pasar yang ada.

Paling utama, tetap menjaga lingkungan bengkel dan toko ban higienis. Lingkungan bersih tidak bisa dikompromikan. Hal ini membuat nyaman dan aman para pengunjung. Harapannya, para konsumen tidak sungkan untuk tetap datang walau sekadar konsultasi hingga perawatan dan penggantian ban.

“Untuk kebersihan toko ban, penyemprotan disinfektan menjadi hal yang wajib dilakukan. Periodenya disesuaikan kebutuhan,” papar Yoyoh Mustaqqirah, Chief Store Dunlop Shop Andala Serpong, Tangerang, Banten.

Sementara untuk protokol kesehatan Covid-19, 3M (menggunakan masker, mencuci tangan/hand sanitizer dan menjaga jarak aman) pun menjadi standar seluruh karyawan, termasuk teknisi dan administrasi. Selain itu, sarana lingkungan diatur sedemikian rupa mendukung kampanye sesuai protokol kesehatan. 

Wastafel untuk cuci tangan dan hand sanitizer disediakan untuk konsumen, Sementara pengumunan area wajib masker dan jaga jarak terpasang di setiap sudut bengkel. Bahkan untuk area administrasi, para petugasnya, selain bermasker, juga dilengkapi dengan pelindung wajah (face shield).

 

Berinteraksi Dengan Pelanggan. 

Bukan perkara mudah bisa tetap berbisnis di masa pandemi. Selain pergerakan sosial dibatasi, perilakunya mesti sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk dalam interaksi di toko ban dan sejenisnya.

Memang dalam awal-awal pandemi menjadi ujian berat bagi seluruh pelaku usaha. Namun berjalannya waktu, pelan tapi pasti, peluang serta potensi bisa dikembangkan dan bisnis tampak mulai pulih.

Bisa dibilang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mulai dipahami sehingga konsumen mulai berkunjung ke Dunlop Shop terdekat seiring dengan dimulainya pelonggaran pembatasan aktivitas sosial.

Inisiatif untuk berinteraksi dengan konsumen menjadi cara selain berpromosi via media digital. Yanti, selaku Supervisor Dunlop Shop Raperind Duren Sawit mengatakan “Kami selalu berusaha agar dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan, kami mencoba menawarkan dan memberikan saran perbaikan berkenaan masalah mobil yang tidak hanya ban, tetapi juga perawatan komponen lainnya”.

Yanti menambahkan “Selain penjualan dan perawatan ban, kami juga memiliki layanan lain berkaitan perawatan mobil seperti ganti oli, aki, fogging hingga jasa cuci mobil”. Hal itulah yang membuat bisnis Dunlop Shop ditempatnya tetap berjalan.

Beruntung, Dunlop tetap memberikan support penuh ke distributor dan toko ban di seantero Nusantara. Stok pasokan ban terjamin hingga pelatihan edukasi Dunlop terus dihadirkan agar tetap menggerakan bisnis ban secara makro hingga mikro.

“Untungnya pasokan stok ban dari distributor selalu siap sedia. Kerap ada promo-promo ban dari Dunlop juga membantu menarik konsumen selain kami terus melakukan terobosan di lapangan,” tambah Yanti.