Tips Menjaga Performa Ban Saat Musim Hujan

Tips Menjaga Performa Ban Saat Musim Hujan

Sat, 14 - November - 2020read

Musim hujan sudah tiba. Saat ini jalanan akan lebih licin karena hujan sering turun. Agar keamanan mobil kian terjamin, pastikan performa ban selalu maksimal.

Ban merupakan komponen vital yang menjamin perjalanan aman dan nyaman. Ban menapak langsung dengan permukaan jalan. Jadi, ketika kondisinya buruk, performa ban jelas menurun. Terlebih lagi pada musim hujan.

Air sering menggenang di atas permukaan jalan. Hal ini menyulitkan ban menapak dengan maksimal. Akibatnya mobil rawan selip dan tergelincir karena jalan yang lebih licin.

Oleh karena itu, ban harus dalam kondisi terbaik. Anda perlu memastikannya untuk membuat perjalanan aman dan nyaman. Inilah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga performa ban tetap optimal selama musim hujan.

Cek Kondisi Tapak Ban

Agar ban pasti menampilkan performa terbaiknya, cek kondisinya terlebih dulu. Cermati bagian tapak ban. Pastikan agar ban belum tipis sehingga alur ban dalam kondisi yang bagus.

Ketika hujan turun, air membasahi permukaan jalan. Dalam kondisi ini, kerja ban lebih berat. Ban tidak langsung menapak jalanan sehingga upaya mendapatkan traksi lebih sulit.

Beruntung ban sudah didesain khusus. Terdapat alur ban yang bermanfaat besar dalam menjaga kinerja ban. 

Alur ban bukan sekadar hiasan belaka. Produsen ban mendesainnya dengan penuh perhitungan. Alur ban sengaja dihadirkan untuk menjalankan peran vital dalam membuang air. Bagi ban, alur-alur tersebut layaknya got yang berfungsi menyalurkan air demi memudahkan ban menapak ke jalan.

Perhatikan saja area tapak ban yang punya cekungan lebih dalam. Itulah “got pembuangan air” yang dimaksud. 

Biasanya posisinya berada di tengah ban. Jumlahnya pun bervariasi antara tiga hingga empat jalur dengan saluran penghubung yang di bagian samping ban. Bagian itulah yang berfungsi sebagai jalur air. 

Nanti ketika ban melewati permukaan jalan yang basah, air akan melewatinya. Air lantas diteruskan ke cabang pola ban yang lain untuk akhirnya dibuang.

Berkat itu, ban bisa terus menapak langsung ke permukaan jalan. Risiko terjadi aquaplaning pun dapat diminimalkan. 

Oleh sebab itu, pada musim hujan seperti sekarang, sempatkan untuk melihat kondisi tapak ban mobil. Pastikan masih baik agar aman dipakai untuk mobil pada saat jalanan basah.

Isi Ban Dengan Nitrogen

Saat musim hujan tiba disarankan untuk mengisi angin ban dengan nitrogen. Bukan hanya untuk menunjang kenyamanan mobil, pemakaian nitrogen juga menjamin keamanan.

Selama ini nitrogen dipilih karena dirasa mampu membuat ban terasa lebih empuk. Hal ini benar adanya. Namun ternyata nitrogen juga berguna untuk memperkuat daya cengkeram ban di permukaan jalan.

Nitrogen memiliki sifat sebagai inert gas. Keberadaannya di dalam ban tidak terpengaruh panas. Dengan demikian, tekanan ban akan selalu stabil meski temperatur ban meningkat seiring pemakaian.

Berkat tekanan yang terus stabil tersebut, area tapak ban yang menyentuh permukaan atau contact patch cenderung merata. Ini penting sekali karena daya cengkeram ban akan maksimal.

Dalam musim hujan, contact patch yang merata semakin diperlukan. Keberadaan air membuat permukaan jalan lebih licin. Alhasil, daya cengkeram ban yang baik lebih dibutuhkan.

Terkait hal tersebut, kemampuan nitrogen dalam menjaga contact patch ban jauh lebih baik dibanding udara. Jika ban hanya diisi udara, tekanan ban bisa berubah. Ketika panas, area ban jadi cenderung membulat atau mengembung. 

Inilah yang berpengaruh terhadap daya cengkeram ban. Contact patch ban jadi berkurang sehingga mengurangi kemampuan ban dalam menapak di permukaan jalan. Hal tersebut berbahaya di kondisi jalan licin seperti saat musim hujan.

Maka, disarankan untuk mengisi ban dengan nitrogen. Lalu pastikan tekanannya sesuai rekomendasi agar contact patch tetap maksimal.

Lakukan dua hal yang dipaparkan tersebut. Niscaya performa ban pada musim hujan akan tetap optimal.