Kecanggihan EBD yang Membuat Pengereman Kian Pakem

Kecanggihan EBD yang Membuat Pengereman Kian Pakem

Wed, 16 - December - 2020read

Perangkat penunjang keselamatan mobil kini semakin bertambah. Salah satunya adalah Electronic Brake Force Distribution (EBD). Keberadaannya mampu membuat pengereman kian pakem.

EBD merupakan satu dari teknologi sistem pengereman yang sering dipakai kendaraan modern. Biasanya EBD menjadi satu paket dengan Anti-Lock Braking System (ABS). 

Namun, EBD dan ABS bukanlah satu kesatuan sistem. Bisa saja mobil memakai ABS tanpa dilengkapi dengan EBD atau malah sebaliknya.

Meski begitu, keberadaan EBD sejatinya bisa melengkapi peran ABS. Kalau ABS berguna menghindarkan mobil selip sebagai akibat rem yang mengunci, EBD bermanfaat sebagai pengontrol tekanan pengereman. Nanti EBS bisa bekerja sama dengan ABS agar pengereman kian optimal.

Bagaimana Cara Kerja EBD?

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, EBD merupakan sistem yang berguna untuk mengontrol tekanan pengereman. Teknologi ini bekerja dengan mengatur distribusi tekanan rem di setiap roda sesuai dengan kebutuhannya.

Agar pengereman optimal, mobil sebenarnya membutuhkan tekanan rem berbeda di setiap roda. Hal ini dikarenakan daya cengkeram ban di setiap sisi juga tidak sama. Faktor kondisi jalanan, manuver yang diambil, hingga berat beban mobil berpengaruh.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah sistem pengaturan tekanan yang cerdas agar pengereman optimal. Di sini EBD menunjukkan perannya. Sistem ini mampu mengontrol tekanan yang diberikan sesuai kebutuhan setiap roda.

Dalam menjalankan fungsinya, EBD menggunakan komponen yang sama dengan ABS. EBD membutuhkan Electronic Control Unit (ECU), sensor kecepatan di setiap roda, serta brake force modulator.

Adapun operasional EBD dimulai dari pendeteksian kemungkinan selip yang dihasilkan oleh sensor kecepatan di roda. Ketika sensor tersebut menilai ada potensi yang bakal terjadi, sinyal akan segera dikirim ke ECU.

ECU kemudian mengolahnya untuk menentukan besaran tekanan rem. Jika sudah ditentukan, seketika ECU akan menugaskan brake force modulator untuk membagikan tekanan rem sesuai kebutuhan setiap roda.

Hal ini akan menghindarkan mobil dari selip. Tidak heran, EBD sangat bermanfaat ketika mengemudi di jalan berkelok atau pada kondisi permukaan jalan yang membuat daya cengkeram ban tidak sama.

Apa Manfaat Lain EBD?

Selain memastikan mobil tidak selip, EBD berguna sekali untuk menjaga sistem rem lebih optimal. Berkat EBD, jarak pengereman akan lebih pendek dibanding mobil yang tidak memilikinya.

Sebagai contoh ketika ada sebuah mobil dengan penumpang yang penuh. Ketika mengerem mendadak, bobot mobil seketika berpindah ke depan. Namun, berkat EBD, roda bagian depan mendapat tekanan pengereman lebih baik sehingga mobil lebih mudah berhenti.

Tanpa EBD, tekanan pengereman akan terbagi secara merata. Ini lebih menyulitkan mobil berhenti dengan baik karena beban yang ditanggung roda depan dan belakang sebenarnya berbeda. Salah-salah, mobil bisa selip dan susah dikendalikan.

Namun, hal tersebut bisa dihindari dengan pemakaian EBD. Distribusi tekanan pengereman akan proporsional sesuai kebutuhannya. Akibatnya daya cengkeram ban tetap optimal. 

Berkat itu, mobil tetap mudah dikendalikan saat direm. Dengan demikian, potensi terjadi kecelakaan akan diminimalkan.

Manfaat EBD tidak begitu terasa di mobil yang tanpa beban berat. Namun, kegunaannya terlihat jelas ketika beban yang ditanggung mobil besar. Pengereman dijamin akan lebih mudah.

Karena manfaatnya cukup vital, mobil-mobil modern banyak yang sudah dilengkapi dengan EBD. Jika dipadu dengan ABS, keberadaannya akan menunjang sistem pengereman menjadi lebih baik.