Lane Keeping Assist Menjaga Mobil Tetap di Jalurnya

Lane Keeping Assist Menjaga Mobil Tetap di Jalurnya

Fri, 12 - March - 2021read

Kondisi jalan saat ini semakin ramai. Jika mobil melaju melenceng dari jalurnya, maka akan sangat berbahaya. Oleh sebab itu, penggunaan Lane Keeping Assist akan membantu.

Mengemudi tetap di jalurnya memang akan meminimalkan potensi kecelakaan. Mobil akan melaju dengan aman. Namun, seringkali hal itu tidak bisa dilakukan. Entah karena pengemudi kurang konsentrasi, kelelahan, ataupun sebab lainnya, mobil dapat melenceng keluar dari lajurnya.

Hal ini bisa berakibat fatal. Kecelakaan dapat terjadi jika kendaraan bergeser dari jalur mengemudi  tanpa disengaja. Oleh sebab itulah, teknologi penunjang keselamatan seperti Lane Keeping Assist bisa berguna.

Apa Itu Lane Keeping Assist?

Sering pula disebut sebagai Lane Departure Warning, Lane Keeping Assist merupakan sistem elektronik yang memberi peringatan kepada pengemudi ketika kendaraan yang dikemudikannya melenceng dari jalurnya. Secara otomatis, Lane Keeping Assist akan memperingatkan begitu sudah diaktifkan. 

Adapun bentuk peringatannya bermacam-macam. Ada yang menggunakan alarm, suara notifikasi, getaran, hingga tanda lampu di dasbor pengemudi. Namun, terdapat pula  Lane Keeping Assist yang mampu secara otomatis mengoreksi setir kemudi sendiri untuk kembali ke jalur yang tepat.

Meski begitu, peringatan tidak akan muncul jika pengemudi memang sengaja keluar dari jalur. Misalnya hendak berpindah lajur atau berbelok. Cukup dengan mengaktifkan lampu sein tanda belok, maka Lane Keeping Assist tidak akan mengoreksi pergerakan mobil.

Lane Keeping Assist dihadirkan sebagai solusi atas kerawanan yang muncul atas pengemudian yang melenceng dari jalurnya. Hal tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Setiap produsen mobil memiliki sistem kerja Lane Keeping Assist yang berbeda-beda. Namun, secara garis besar, teknologi penunjang keselamatan ini mengandalkan sensor ataupun kamera dalam menjalankan operasionalnya.

Sensor atau kamera akan dipasang di bagian depan dan belakang mobil. Biasanya komponen tersebut ditaruh di area windscreen. 

Berkat itu, laju mobil akan terdeteksi dalam sistem. Begitu menemukan pergerakan yang melenceng, notifikasi ataupun koreksi pengemudian akan berjalan secara otomatis.

Akan tetapi, sistem Lane Keeping Assist membutuhkan tampilan lajur jalan yang jelas. Jalurnya harus diberi tanda dan tidak tertutupi, supaya sistem bisa bekerja maksimal. Jika tandanya hilang atau ditutup, maka identifikasi lajur jalan tidak bisa berjalan, sehingga sistem tidak berfungsi dengan baik.

Pemakaian Lane Keeping Assist terbukti sangat mendukung keselamatan lalu lintas. Berdasarkan hasil riset GIDAS pada 2011, jika menggunakannya, sekitar 26% kecelakaan bisa dicegah. 

Cocok Untuk Jalan Raya yang Sepi

Lane Keeping Assist memang akan sangat membantu pengemudi dalam menjaga pengemudian tetap di jalurnya. Namun, sistem ini hanya bisa diterapkan dalam kecepatan tertentu. Biasanya ada di rentang kecepatan antara 65 hingga 180 km per jam.

Selain itu, Lane Keeping Assist juga membutuhkan cornering radius minimal 230 meter. Tidak aneh, sistem ini lebih cocok digunakan di jalan raya yang sepi. 

Kerepotan malah bisa dirasakan jika menggunakannya di jalanan yang ramai seperti di dalam kota. Kepadatan lalu-lintas sering memaksa pengemudi untuk berpindah lajur. Bayangkan jika peringatan Lane Keeping Assist terus muncul dalam kondisi tersebut? Pengemudi dapat merasa terganggu.

Lane Keeping Assist disarankan hanya diaktifkan di jalan bebas hambatan yang memungkinkan mobil melaju kencang. Hal ini akan membantu sekali bagi pengemudi yang mungkin mengalami penurunan konsentrasi akibat kelelahan karena menempuh perjalanan panjang.

Kendati demikian, belum banyak mobil yang dilengkapi dengan Lane Keeping Assist. Namun, ke depan diyakini kondisinya akan berbeda. Sistem ini akan populer sehingga pergeseran laju mobil keluar dari jalurnya tanpa disengaja akan diminimalkan.