Retak Halus Pada Ban Mobil, Apakah Berbahaya?

Retak Halus Pada Ban Mobil, Apakah Berbahaya?

Thu, 15 - April - 2021read

Kondisi ban harus selalu diperhatikan. Ketika muncul indikasi kerusakan, ban wajib segera diganti dengan yang baru. Namun, saat ada retak halus di sana, apakah berbahaya sehingga memerlukan penggantian ban?

Sering pula disebut dengan retak rambut, retak halus merupakan kondisi yang sering muncul pada ban. Biasanya terdapat retakan-retakan kecil di bagian dinding samping ban. Kebanyakan ini terjadi di ban cadangan yang tidak terpakai. Namun, ban yang digunakan pun sering mengalaminya.

Ketika retak halus muncul, segi estetika ban langsung menurun. Keindahannya pudar disamarkan oleh keretakan yang muncul. Namun, lebih dari itu, banyak yang lebih khawatir terhadap kondisi ban. Tidak sedikit yang takut dan menganggapnya berbahaya sehingga ban langsung diganti.

Padahal, seharusnya tidak perlu seperti itu. Retak halus di ban masih bisa ditoleransi, asalkan retakannya benar-benar halus dan dangkal.

Sebagai acuan, perhatikan keretakan ban secara lebih mendetail. Lihat apakah dalam atau tidak. Jika kedalaman retak halus masih 1mm atau kurang, pergantian tidak diperlukan. Kemampuan ban masih prima seperti biasa sehingga tetap bisa diandalkan.

Hal tersebut dikarenakan struktur ban memiliki beberapa lapisan yang mampu bertindak sebagai pengaman. Bagian ban lain seperti carcass ply atau tubeless inner liner masih dapat melindungi dari kebocoran. Selain itu, ada serat benang nilon dan lapisan karet di ban yang mampu menambah kekuatan.

Keretakan ban halus bisa diibaratkan seperti pengelupasan kulit ari di bulir padi. Jadi, bagian dalam ban tetap kuat. 

Meski begitu, lihat pula titik keretakannya. Jika muncul di area bekas tambalan ban, maka kondisinya bisa berbeda. Mungkin saja bagian dalam ban memang sudah terkelupas. Kalau itu yang terjadi, maka pergantian ban wajib dilakukan.

 

Pemicu Retak Halus

Retak halus merupakan hal yang wajar dialami oleh ban. Terdapat berbagai hal yang memicu keretakan tersebut. Inilah beberapa di antaranya.

● Faktor Cuaca

Kondisi cuaca bisa berpengaruh terhadap kondisi ban. Biar bagaimanapun, material utama ban adalah karet. Jika berulang kali terkena panas, air, lembap, atau cairan lain secara terus menerus, maka karet luar ban bisa retak. Namun keretakan karena cuaca tidak berbahaya bagi ban.

● Tekanan Angin

Retak halus bisa pula dipicu oleh ketidaksesuaian tekanan ban. Tekanannya kurang atau justru berlebihan sama-sama berdampak buruk bagi ban. Terlebih lagi jika ban terus digunakan. Hal tersebut memperbesar kemungkinan terdapat retak-retak halus di ban.

● Kelebihan Muatan

Kelebihan muatan ternyata dapat memicu retak halus pada ban. Ketika menanggung beban lebih berat dari kemampuan, ban akan terbebani. Bukan cuma retak, mungkin juga ban akan langsung pecah. Oleh sebab itu, pastikan membawa beban sesuai load index ban.

● Paparan Cairan Kimia

Paparan cairan kimia juga dapat menghadirkan retak halus pada ban. Contohnya detergen yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi ban. Detergen bersifat panas sehingga dapat membuat ban retak.

Cara Antisipasi Retak Halus

Retak halus harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Cara melakukannya cukup mudah. Pertama tekanan ban harus dipastikan sesuai dengan rekomendasi. Jangan berlebihan ataupun kurang. Lalu, hindari muatan yang terlalu berat. Lihat acuan standar beban yang ditoleransi oleh ban dari load index ban.

Selain itu, rajin-rajinlah membersihkan ban. Cuci ban dengan bersih supaya material asing yang menempel di ban hilang. Namun, pastikan menggunakan cairan khusus untuk mencuci ban.

Bersihkan ban dengan menyikatnya. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk membersihkan ban dari berbagai objek yang sering menempel di sela-sela alur ban atau di dinding ban seperti kerikil atau paku kecil.

Setelah semuanya selesai, bilas dengan air bersih supaya tidak ada sisa sabun yang menempel. Ban akan bersih, sehingga aman dari ancaman retak halus.