Bagaimana Merawat Transmisi Mobil?

Bagaimana Merawat Transmisi Mobil?

Fri, 11 - June - 2021read

Transmisi merupakan komponen kendaraan yang mendukung mobil untuk bisa digerakkan. Perannya sangat vital. Oleh sebab itu, transmisi perlu selalu dirawat.

Posisi transmisi bisa dibilang sebagai bagian dari sistem pemindah tenaga dalam kendaraan. Selain transmisi, di sana ada kopling poros propeler (propeller shaft) untuk kendaraan tipe FR, differential, dan poros axle (axle shaft). 

Dengan sistem kerja khusus, transmisi memungkinkan kendaraan bergerak. Berkaitan dengan hal tersebut, secara umum terdapat beberapa fungsi utama transmisi sebagai berikut:

● Mengatur kecepatan dan momen tenaga kendaraan.

● Memungkinkan kendaraan untuk bergerak mundur.

● Membuat kendaraan bisa berada di posisi netral.

Semua fungsi transmisi berkaitan dengan pergerakan kendaraan. Tidak mengherankan, keberadaan transmisi sangat penting. Maka sudah seharusnya transmisi dipastikan terawat supaya selalu dalam kondisi prima.

Bagaimana cara melakukannya? Berikut ini langkah yang dapat dijalankan.

Cara Merawat Transmisi Mobil Automatik

Perawatan transmisi automatik terbilang kompleks. Di sana ada komponen mekanis dan elektronis yang perlu diperhatikan. Meski begitu, merawat transmisi tetap bisa dilakukan dengan mudah.

Hal utama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perpindahan transmisi secara halus. Pengemudi bisa melihat kondisi jalan yang dilalui. Ketika terasa ada medan yang berat seperti tanjakan, kick down bisa dilakukan agar beban transmisi tidak berat.

Kick down merupakan cara meringankan beban transmisi dengan menurunkan ke gigi yang lebih rendah. Cara melakukannya dengan menginjak pedal pedal gas secara tiba-tiba dan penuh saat menanjak. Akibatnya perpindahan gigi ke posisi lebih rendah terjadi secara otomatis.

Langkah ini memang akan membuat mesin terdengar meraung. Namun beban transmisi akan jadi lebih ringan. Hal inilah yang akan mendukung transmisi lebih awet.

Selanjutnya agar perawatan transmisi mobil semakin maksimal, perhatian ekstra perlu diberikan ke oli transmisi. Pengecekan rutin dapat dilakukan sendiri. 

Lihat tongkat indikator oli transmisi. Cabut lalu cek kondisi olinya. Seharusnya oli transmisi berwarna merah dengan bau yang harum. Namun, jika berwarna keruh, gelap, dan berbau seperti terbakar, bisa dipastikan kualitas oli transmisi telah menurun. Pergantian harus dilakukan.

Gunakan juga tongkat oli transmisi tersebut untuk melihat volume oli transmisi. Posisi bekas oli transmisi di tongkat pengecekan bisa menjadi indikatornya. Seharusnya oli berada di tengah-tengah, dalam artian tidak kurang dan tidak berlebih. 

Pastikan hal tersebut sembari mengecek kemungkinan kebocoran. Jika memang ada kebocoran atau posisi oli kurang, segera perbaiki dengan membawa ke bengkel. Hal itu harus segera ditangani supaya transmisi tetap terawat.

Cara Merawat Transmisi Manual

Cara perawatan transmisi manual terbilang sederhana. Tidak perlu ada banyak hal yang harus diperhatikan seperti transmisi otomatis. Secara umum, pemilik mobil hanya perlu memperhatikan oli, plat kopling, dan gaya mengemudikan kendaraan.

Terkait dengan oli, pemilik kendaraan cuma perlu melakukan pergantian oli sesuai jadwal. Hal ini cukup mudah karena setiap kendaraan telah menyertakan petunjuk rekomendasi penggantian oli transmisi. Tinggal ikuti saja, maka kondisi oli untuk transmisi pasti akan selalu baik.

Lain halnya dengan plat kopling. Pengemudi perlu peka untuk mendeteksi kemungkinan kerusakan plat kopling. 

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihat indikator putaran mesin ketika mobil bergerak. Jika putarannya terus meningkat namun kecepatan mobil membutuhkan waktu lama untuk bertambah, maka kemungkinan kopling selip sehingga tidak mengikuti perintah mesin. Kalau memang seperti itu perbaikan dan penggantian komponen diperlukan.

Lengkapi dua hal tersebut dengan mengemudi secara normal. Pindahkan gigi transmisi secara halus. Langkah ini akan mampu mendukung transmisi lebih awet.

Langkah perawatan transmisi mobil terbilang sederhana. Lakukan secara rutin supaya kondisi transmisi selalu optimal.