Masa Pakai Ban Mobil: Apakah Ada Kedaluwarsa?

Masa Pakai Ban Mobil: Apakah Ada Kedaluwarsa?

Fri, 24 - December - 2021read

Dalam berkendara, keselamatan adalah yang paling utama. Salah satu usaha memaksimalkan keselamatan berkendara adalah dengan memastikan ban mobil dalam kondisi prima. Beberapa cara dilakukan, termasuk mencari informasi mengenai masa pakai ban mobil. Sejumlah informasi bahkan menyebutkan bahwa ban mobil memiliki masa kedaluwarsa sehingga pemilik kendaraan mulai mengganti ban mereka ketika sudah melewati masa kedaluwarsa tersebut. Namun, apakah benar ban mobil memiliki masa kedaluwarsa?

Kode produksi bukan masa kedaluwarsa

Menjaga kondisi ban mobil agar tetap prima adalah salah satu cara menjaga keselamatan diri saat berkendara. Ketika ban mobil sudah terlihat aus atau mulai rusak, maka sudah saatnya untuk membeli ban baru. Faktanya, cukup banyak orang yang membeli ban mobil baru hanya karena menganggap bahwa ban kendaraan mereka sudah lewat batas kedaluwarsa. Anggapan demikian bukan tanpa sebab, melainkan berpatokan pada angka mirip tanggal yang tertera di dinding ban mobil.

Sayangnya, angka tersebut bukanlah tanggal kedaluwarsa, melainkan kode produksi. Tidak ada kaitan antara kode produksi degan habisnya masa pakai ban mobil. Kode tersebut merupakan tanda produksi yang digunakan sebagai penanda internal perusahaan serta informasi produksi bagi konsumen.

Tidak hanya itu, kode produksi juga berfungsi sebagai penanda masa jaminan ban dari pihak pabrikan kepada konsumen. Masa jaminan ini umumnya berlaku lima hingga enam tahun sejak ban tersebut diproduksi, tergantung pabrikan. Meski sudah lewat masa jaminan, bukan berarti ban mobil tidak bisa dipakai lagi. Selama kondisi masih baik secara fisik, yang ditandai dengan tidak adanya kerusakan pada tapak dan dinding ban, maka ban masih layak dipakai.

Rata-rata masa pakai ban mobil

Lantas, berapa lama masa pakai ban mobil yang harus diketahui oleh setiap pemilik kendaraan? Umumnya, masa pakai ban mobil berkisar pada angka 80.000-90.000 km. Drivemate juga dapat melihat tanda-tanda khusus yang berada di dinding ban. Di sekeliling lingkaran ban terdapat tanda segitiga pada setiap 60 derajat yang merupakan indikator keausan ban. Ketika salah satu indikator tersebut tergesek, maka ban sudah waktunya diganti.

Kondisi ban wajib diperhatikan

Memeriksa kondisi ban mobil sebenarnya tidak hanya berdampak positif terhadap keselamatan berkendara. Kondisi ban mobil yang baik juga akan meningkatkan efisiensi pemakaian BBM. Hal ini terkait dengan daya cengkeram ban terhadap jalan. Ban yang aus membutuhkan jeda waktu sepersekian detik untuk menggerakkan mobil. Hal ini tentu membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar sehingga penggunaan BBM jadi lebih banyak.

Tips merawat ban agar lebih awet

Agar ban mobil lebih baik, ada cara sederhana yang dapat Drivemate lakukan. Berikut tips merawat ban mobil agar lebih awet.

1. Rutin memeriksa tekanan angin ban

Mengecek tekanan angin ban tidak hanya berfungsi memaksimalkan keamanan dan kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat memperpanjang usia ban serta menghemat BBM. Apabila tekanan ban kurang, maka risiko pecah ban juga akan lebih besar. Sebab, dinding samping ban dipaksa menahan bobot mobil dan bersentuhan langsung dengan jalan.

Pastikan untuk menggunakan tekanan standar pabrikan. Biasanya tekanan ban yang disarankan tertera di pilar mobil bagian kanan di sisi pengemudi atau bisa juga dilihat di buku manual kendaraan. Drivemate juga dapat melihat tekanan rekomendasi yang tercetak di dinding ban.

2. Melakukan spooring dan balancing

Ada kalanya ban mobil melenceng karena benturan di jalan berlubang. Hal ini juga berimbas pada keausan ban mobil yang tidak merata. Setiap 10.000 km, hendaknya Drivemate melakukan spooring dan balancing untuk mengembalikan posisi ban sehingga normal kembali.

3. Melakukan rotasi ban

Spooring dan balancing dapat disempurnakan dengan melakukan rotasi ban, yakni perpindahan posisi ban mobil (dari ban depan ke ban belakang dan sebaliknya). Hal ini akan membantu menyebarkan tingkat keausan ban sehingga berkendara akan tetap nyaman.

4. Perhatikan cara membawa mobil

Gaya mengemudi ternyata bisa berimbas langsung terhadap keausan ban. Semakin sering melakukan pengereman serta menikung tajam dalam kecepatan tinggi juga mempercepat keausan ban. Beban muat angkut juga berpengaruh terhadap tekanan yang dialami ban saat melaju.

Masa kedaluwarsa ban memang hanya mitos belaka. Meski begitu, sangat disarankan untuk menggunakan ban yang awet dan tahan lama dengan performa maksimal seperti ban Dunlop. Setiap ban Dunlop didesain khusus dengan ulir dan bahan ban yang mengoptimalkan daya cengkeram di jalan sehingga ban mobil tetap awet meski dipakai berkendara sehari-hari. Utamakan keselamatan, Drivemate!