Mundur Pasti Aman Dengan Rear-Collision Intervention
Menjalankan kendaraan mundur sering dianggap sepele. Padahal, banyak sekali kecelakaan yang terjadi karena manuver tersebut. Oleh sebab itu, fitur Real-Collision Intervention (RCI) terus dikembangkan oleh produsen mobil.
Mengemudi mundur memang memerlukan kehati-hatian yang ekstra. Saat itu, pandangan pengemudi terbatas. Tidak heran banyak insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pergerakan mundur kendaraan. Menurut The Globe and Mail, per tahun setidaknya ada 200 insiden fatal karena mobil yang bergerak mundur.
Fakta tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Produsen mobil akhirnya berupaya mencari solusinya. Salah satu yang dihadirkan adalah fitur RCI yang dinilai sangat membantu.
Seperti Apa Rear-Collision Intervention?
RCI merupakan sebuah sistem yang mampu melakukan pengereman secara otomatis ketika mobil yang bergerak mundur berpotensi menabrak satu objek atau penghalang. Menilik kemampuannya tersebut, teknologi ini termasuk sebagai perangkat penunjang keselamatan berkendara.
Berbagai produsen mobil mengembangkan sistem RCI yang berbeda-beda. Hal ini pun berujung kepada penamaan yang juga tidak sama. Namun, secara garis besar, kemampuan yang dihasilkan sistem tersebut sebenarnya hampir serupa.
RCI dinilai sebagai solusi yang efektif dalam mengatasi potensi kecelakaan akibat keteledoran saat kendaraan melaju mundur. Ketika pengemudi tidak mengetahui ada ancaman benturan, RCI bisa mengintervensi dengan melakukan pengereman secara otomatis.
Cara Kerja Rear-Collision Intervention
RCI memiliki cara kerja yang nyaris mirip dengan sistem pendeteksi blind spot di kendaraan. Pada prinsipnya, sistem ini mengandalkan sensor untuk mendeteksi objek.
Deteksi dari sensor akan menghasilkan data. Nanti data-data yang diperoleh bakal diteruskan ke Electronic Control Unit (ECU) yang akan mengambil tindakan.
Mirip seperti blind spot monitoring, ECU akan mengendalikan RCI. ECU bisa segera mengerem begitu mendapati ada objek yang berpotensi ditabrak saat mundur.
Sebagian besar sistem RCI menggunakan sensor radar yang dipasang di dua sisi bumper belakang. Berkat itu, objek di belakang maupun samping belakang bisa terdeteksi.
Meski begitu, ada juga sistem RCI yang mengandalkan sonar dalam mendeteksi objek. Sonar dipilih karena dianggap lebih efektif dalam membedakan jenis penghalang di belakang seperti mobil lain, pejalan kaki, atau objek lainnya.
Bukan hanya itu, tidak sedikit yang melengkapi RCI dengan kamera. Ini semakin mempermudah kerja pengemudi ketika memundurkan kendaraannya. Ia bisa juga memperoleh visualisasi kondisi di belakang sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat.
Sama seperti sistem penunjang keselamatan berkendara lainnya, saat ini RCI terus berkembang. Produsen mobil masih terus menyempurnakannya untuk menghadirkan keamanan bagi pengemudi.
Membantu Kendaraan Besar
RCI sangat berguna untuk semua jenis kendaraan. Namun, kendaraan berbodi besar seperti double cabin dan SUV bisa memetik manfaatnya dengan baik.
Bodi kendaraan yang besar pasti akan diikuti dengan titik buta yang juga bertambah luas. Hal itu sangat terasa ketika mobil digerakkan mundur. Pengemudi bisa kesulitan melakukan manuver dengan aman.
Saat itulah RCI bisa mengambil peran. Sistem bekerja untuk memastikan keamanan pergerakan mundur kendaraan. Kebetulan tidak ada syarat tertentu agar RCI bisa beroperasi. Tidak perlu ada kecepatan minimal atau kondisi jalan khusus, RCI dapat langsung digunakan kapan pun.
Alhasil, sangat disarankan untuk mengaktifkannya jika kendaraan memang sudah dilengkapi RCI. Manfaatnya sangat besar untuk keselamatan berkendara.
Karena bermanfaat besar, terbuka kemungkinan RCI bisa menjadi fitur standar atau wajib bagi kendaraan pada masa depan. Terlihat sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada telah mewajibkan keberadaannya sejak 2014.
Lambat laun, negara-negara lain seperti Indonesia pasti akan mengikutinya begitu RCI telah menjadi fitur standar kendaraan. Sistem ini terbukti memberi manfaat besar dalam mengamankan kendaraan yang mundur.
E-Magazine Menarik
Promosi
Lihat Detail InformasiBEYOND THE DRIVE REWARDS Smart Choices Deserve Premium Experiences with DUNLOP & FALKEN (SELESAI)
Every tire purchase at DUNLOP Shop & FALKEN Shop gets you cashback up to IDR 3,000,000 and exclusive gifts!*
Lihat Detail InformasiMELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
MELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
Lihat Detail InformasiKejutan Dunlop Periode 1 Maret - 31 Mei 2025 (Ended)
Kejutan Dunlop 2025 (ENDED)
Siaran Pers
Lihat Detail InformasiSmartCare Warranty DUNLOP: Solusi Tenang Berkendara untuk Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
SmartCare Warranty DUNLOP memberikan perlindungan hingga 12 bulan atau 24.000 km untuk pengguna BLUE RESPONSE TG, lengkap dengan layanan perawatan dan dukungan pelanggan.
Lihat Detail InformasiDua Tahun Berturut-Turut, DUNLOP Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari PT Astra Daihatsu Motor
PT Sumi Rubber Indonesia meraih Superior Quality & Delivery Award pada 19th ADM Supplier Awards 2026 atas kualitas produk dan ketepatan pengiriman terbaik.
Lihat Detail InformasiDUNLOP Indonesia Resmi Dukung Garasi Drift Team, Farrel Raffelyno Tembus Podium di Kelas PRO
DUNLOP Indonesia Resmi Dukung Garasi Drift Team, Farrel Raffelyno Tembus Podium di Kelas PRO
Blog
Lihat Detail InformasiPembalap DUNLOP Sapu Bersih AMA Supercross 2026, Jaga Rekor Juara 17 Tahun!
Pembalap DUNLOP menyapu bersih gelar AMA Supercross 2026 di semua kelas, memperpanjang rekor juara 17 tahun berturut-turut dengan dukungan ban GEOMAX.
Lihat Detail Informasi10 Komponen Keselamatan Mobil dan Cara Merawatnya
Pelajari 10 komponen keselamatan mobil beserta fungsi dan cara merawatnya untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal.
Lihat Detail InformasiMengenal Bagian Penting pada As Roda Mobil dan Fungsinya
Kenali bagian penting pada as roda mobil, fungsi setiap komponennya, gejala kerusakan, serta tips perawatan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.





