Alasan Tekanan Ban Harus Sesuai Rekomendasi
Sebagai komponen vital dalam kendaraan, ban menjadi aspek penting dalam keselamatan berkendara. Untuk memastikannya, disarankan untuk selalu memperhatikan tekanan ban agar sesuai rekomendasi.
Perlu diketahui, setiap mobil memberi rekomendasi tekanan ban yang ideal. Biasanya skalanya diukur dalam satuan Pounds per Square Inch atau sering disingkat sebagai Psi.
Secara umum, tekanan ban normal berada di kisaran 28 Psi hingga 33 Pssi. Namun, setiap jenis mobil memiliki rekomendasi tekanan yang berbeda. Sebagai contoh tekanan ban ideal mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) sering ada di level 30-32 Psi. Sementara itu, kendaraan model sedan mengharuskan tekanan ban selalu berada di 28-30 Psi.
Meski begitu, nilai tersebut bukanlah ukuran mutlak. Setiap mobil memiliki standar tersendiri yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Selain itu, bisa pula ban depan dan ban belakang memiliki tekanan yang berbeda.
Untuk mengetahui tekanan ban yang direkomendasikan, pengemudi mobil bisa melihatnya di buku manual mobil. Selain itu, biasanya angkanya ada yang ditempel di sisi-sisi pintu mobil. Pemilik kendaraan dapat mencarinya agar tahu tekanan ban yang tepat.
Penting sekali untuk mengetahui tekanan ban sesuai rekomendasi supaya kinerja ban selalu optimal. Kalau tekanan berlebih, dampaknya tidak baik. Begitu pula ketika tekanannya justru kurang.
Saat tekanan ban berlebih di atas yang direkomendasikan, ban dapat mengalami keausan di bagian tengah. Kalau menabrak lubang atau benda keras lain, ban rawan pecah sehingga sangat berbahaya.
Tekanan ban yang berlebih pun berdampak terhadap kendali mobil saat dipakai berkendara. Mobil terasa seperti melayang. Dengan demikian, mobil akan sulit dikendalikan. Lagi-lagi ini berbahaya terhadap keselamatan di perjalanan.
Lain halnya ketika tekanan ban mobil kurang dari level yang direkomendasikan. Ban tidak akan bisa menapak secara merata dengan semua sisinya di permukaan jalanan.
Akibatnya ban mengalami gaya gesek yang lebih besar.
Kalau itu terjadi, ban lebih mudah panas. Namun yang lebih berbahaya, risiko untuk mengalami ban meledak bakal membesar.
Bukan hanya itu, pelek juga bisa rusak ketika ban membentur benda keras atau jalan berlubang. Tekanan yang kurang membuat ban tidak maksimal menahan benturan.
Secara jangka panjang pun ban jadi tidak akan tahan lama. Kalau tekanan ban kurang dari rekomendasi, bagian samping telapak ban akan aus. Sebab, area bagian tengah melengkung, sedangkan bagian kiri dan kanan akan lebih menapak ke permukaan jalan. Itu mempercepat keausan terjadi.
Untuk itu, penting sekali untuk selalu mengecek tekanan ban agar sesuai rekomendasi. Pemilik kendaraan bisa melakukannya secara rutin minimal setiap sebulan sekali. Biasanya ketika sudah dipakai satu bulan, tekanan ban bakal berkurang setidaknya 1 Psi.
Gunakan alat pengukur tekanan ban untuk melakukan pemeriksaan. Namun, kalau ingin praktis, bengkel-bengkel sudah banyak yang menyediakan layanan pengecekan sekaligus penambahan atau pengurangan tekanan ban. Segera lakukan supaya ban mobil awet dan keselamatan berkendara selalu terjaga.
E-Magazine Menarik
Promosi
Lihat Detail InformasiBEYOND THE DRIVE REWARDS Smart Choices Deserve Premium Experiences with DUNLOP & FALKEN (SELESAI)
Every tire purchase at DUNLOP Shop & FALKEN Shop gets you cashback up to IDR 3,000,000 and exclusive gifts!*
Lihat Detail InformasiMELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
MELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
Lihat Detail InformasiKejutan Dunlop Periode 1 Maret - 31 Mei 2025 (Ended)
Kejutan Dunlop 2025 (ENDED)
Siaran Pers
Lihat Detail InformasiJelajahi 6 Pulau di Indonesia, DUNLOP Direzza DZ102 Temani Ekspedisi Garasi Drift Bersama Subaru BRZ Kuhl Outroad
Garasi Drift bersama Ziko Harnadi dan Dipo Dwiki menjelajahi enam pulau, dari Jawa hingga Sumba, menggunakan Subaru BRZ Kuhl Outroad berbekal ban DUNLOP Direzza DZ102. Usai ekspedisi, mobil ini tampil di IMX 2026 lengkap dengan jejak pasir dari Sumba.
Lihat Detail InformasiDari Pembelian Ban ke Liburan Keluarga di Bali, Tiga Keluarga Rasakan Pengalaman Istimewa Bersama DUNLOP
Lewat program BEYOND THE DRIVE REWARDS, tiga keluarga konsumen DUNLOP memenangkan liburan tiga hari dua malam di Nusa Dua, Bali. Program undian untuk pembelian ban di DUNLOP Shop ini juga menghadirkan ribuan hadiah cashback senilai total ratusan juta rupiah.
Lihat Detail InformasiDUNLOP Tingkatkan Kesejahteraan Petani melalui Program Dukungan Karet Alam Berkelanjutan
Melalui Traceability and Transparency Pilot Project (Proyek SNR), DUNLOP dan Halcyon Agri telah mendukung lebih dari 1.000 petani karet alam di Jambi — meningkatkan produktivitas, menaikkan pendapatan, dan mengurangi risiko deforestasi melalui pelatihan, bantuan pupuk, serta pendampingan langsung di lapangan.
Blog
Lihat Detail Informasi6 Kesalahan Perawatan Ban Mobil yang Membuat Umur Ban Lebih Pendek
Kebiasaan sepele bisa membuat ban mobil cepat aus. Kenali 6 kesalahan perawatan ban mobil, mulai dari tekanan angin yang tidak sesuai hingga jarang memeriksa tapak ban, serta tips merawat ban agar lebih awet, nyaman, dan aman digunakan.
Lihat Detail InformasiArti Lampu Indikator Mobil dan Solusi Mengatasinya
Lampu indikator mobil adalah peringatan awal tentang kondisi kendaraan. Pelajari arti indikator check engine, aki, oli, ABS, dan suhu mesin, penyebab lampu dasbor menyala, serta langkah yang perlu dilakukan pengemudi agar tetap aman di jalan.
Lihat Detail InformasiTanda Motor Turun Mesin: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Turun mesin biasanya diawali gejala yang bisa dikenali sejak dini. Pahami apa itu turun mesin, penyebabnya, tanda-tanda seperti asap putih dan suara mesin kasar, serta cara mencegahnya dengan perawatan rutin.





